Sana’a, MINA – Ribuan warga Yaman yang merupakan pendukung gerakan Houthi turun ke jalan di ibu kota Sanaa pada Jumat (6/3) untuk menyuarakan solidaritas kepada Iran dan Lebanon di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Massa tersebut membawa bendera Yaman, Iran, serta spanduk yang mengecam Amerika Serikat dan Israel. AL-Jazeera melaporkan.
Para demonstran memenuhi sejumlah ruas jalan utama di Sanaa sambil meneriakkan slogan dukungan kepada Iran dan kelompok perlawanan di kawasan.
Mereka juga membawa poster tokoh-tokoh penting Iran serta simbol-simbol perlawanan regional sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran yang tengah menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Aksi tersebut digelar setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan militer yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Para peserta demonstrasi menyebut aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap negara dan kelompok yang dianggap melawan dominasi Barat di kawasan.
Pemimpin gerakan, Abdul-Malik al-Houthi, sebelumnya juga menegaskan dukungan kelompoknya kepada Iran. Ia menyatakan bahwa kelompoknya siap mengambil langkah yang diperlukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran jika konflik regional terus meningkat.
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman selama ini dikenal sebagai bagian dari jaringan aliansi regional yang sering disebut “poros perlawanan”, yang juga mencakup kelompok Hizbullah di Lebanon dan sejumlah kelompok bersenjata lain yang bersekutu dengan Iran.
Aliansi ini secara terbuka menentang pengaruh Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Aksi solidaritas di Sanaa menambah daftar demonstrasi yang terjadi di berbagai negara menyusul konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah pengamat menilai gelombang protes dan dukungan tersebut menunjukkan meningkatnya sentimen solidaritas regional yang berpotensi memperluas dinamika konflik di Timur Tengah jika ketegangan terus berlanjut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic