Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupiah Awal Pekan Ini di Angka Rp17.879

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 29 Juni 2026 - 10:05 WIB

Senin, 29 Juni 2026 - 10:05 WIB

53 Views ㅤ

Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Nilai tukar rupaih terhadap dolar AS (foto: IG)

Jakarta, MINA – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (29/6) berada di level Rp17.879 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut mencerminkan membaiknya sentimen pasar global serta meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya membebani pergerakan mata uang negara berkembang.

Pada perdagangan awal pekan ini, dolar AS tercatat melemah terhadap rupiah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pelaku pasar menilai langkah deeskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, turut meningkatkan optimisme investor sehingga mendorong penguatan sejumlah mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Selain didukung sentimen global, pergerakan rupiah juga ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.

Tingkat inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, serta kebijakan moneter Bank Indonesia yang konsisten menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor yang menopang kepercayaan pelaku pasar terhadap aset domestik.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Meski demikian, para analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dalam beberapa waktu ke depan.

Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan ekonomi global, serta dinamika geopolitik internasional tetap menjadi variabel utama yang dapat memicu fluktuasi nilai tukar.

Penguatan rupiah dinilai membawa dampak positif bagi sektor yang bergantung pada impor, termasuk industri manufaktur dan energi, karena biaya pembelian barang dari luar negeri menjadi lebih rendah.

Namun, eksportir tetap perlu mencermati perubahan kurs karena dapat memengaruhi nilai penerimaan dalam mata uang rupiah.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat langkah stabilisasi di pasar keuangan melalui bauran kebijakan moneter, intervensi di pasar valas, dan koordinasi dengan pemerintah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia
Indonesia
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia