Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 1.174 Warga Sudan Pulang dari Mesir, Program Repatriasi Sukarela Terus Diperluas

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 5 Juli 2026 - 08:09 WIB

Ahad, 5 Juli 2026 - 08:09 WIB

13 Views ㅤ

Pengungsi Sudan (foto: MEMO)

Khartoum, MINA – Sebanyak 1.174 warga Sudan secara sukarela kembali ke tanah air dari Mesir sebagai bagian dari program repatriasi yang terus dijalankan pemerintah Sudan bagi warganya yang mengungsi akibat konflik bersenjata.

Kepulangan mereka difasilitasi melalui konvoi yang terdiri atas 24 bus dan dikoordinasikan oleh Komite Pemulangan Sukarela Sudan.

Menurut laporan Kantor Berita Sudan (SUNA) pada Ahad (5/7) operasi pemulangan tersebut didukung oleh Sekretariat Jenderal Lembaga Zakat Sudan. Sekretaris Jenderal lembaga itu, Yahya Ahmed Al-Qamrawi, turut menghadiri pelepasan rombongan.

Ketua Komite Pemulangan Sukarela, Mohamed Wadaa, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan proses repatriasi hingga seluruh warga Sudan yang ingin kembali ke negaranya dapat dipulangkan dengan aman.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Wadaa menjelaskan, pemerintah juga tengah menyiapkan proses pemulangan warga Sudan yang berada di Libya melalui perlintasan perbatasan Salloum di wilayah Mesir-Libya.

Selain itu, sebanyak 12 dosen universitas asal Sudan beserta keluarganya dijadwalkan segera dipulangkan. Prioritas pemulangan diberikan kepada warga lanjut usia, orang sakit, dan kelompok rentan lainnya dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi, termasuk jalur udara.

Perdana Menteri Sudan, Kamil Idris, sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap program pemulangan sukarela tersebut. Ia menilai kepulangan para pengungsi merupakan bagian penting dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat setelah konflik berkepanjangan yang melanda negara itu sejak April 2023.

Pemerintah berharap situasi keamanan yang mulai membaik di sejumlah wilayah dapat mendorong semakin banyak warga kembali membangun kehidupan di kampung halaman mereka.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mesir menjadi salah satu negara tujuan utama bagi warga Sudan yang melarikan diri dari perang. Berdasarkan data resmi, lebih dari 1,2 juta warga Sudan telah mengungsi ke Mesir sejak konflik pecah, sementara sebelum perang negara itu telah menampung sekitar lima juta warga Sudan.

Konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan sekitar 13 juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka, baik sebagai pengungsi internal maupun lintas negara.

Meski proses repatriasi mulai berjalan, berbagai lembaga kemanusiaan internasional mengingatkan bahwa tantangan pemulihan di Sudan masih sangat besar.

Selain pemulihan infrastruktur dan layanan publik, pemerintah juga dihadapkan pada kebutuhan penyediaan tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan, serta lapangan pekerjaan bagi para warga yang kembali. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda