DALAM ajaran Islam, rumah tangga bukan sekadar hubungan sosial antara suami dan istri, melainkan institusi suci yang dibangun di atas fondasi sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Dari keluarga yang harmonis lahir generasi yang kuat, sehat secara emosional, serta menjadi pondasi bagi terciptanya masyarakat yang kokoh dan beradab. Karena itulah, keharmonisan rumah tangga memiliki posisi sangat penting dalam Islam.
Namun, Islam juga mengajarkan bahwa keharmonisan keluarga sering menjadi target gangguan setan. Salah satu yang dikenal dalam tradisi keislaman adalah Setan Dasim, sosok yang diyakini memiliki tugas khusus merusak hubungan dalam rumah tangga.
Dasim disebut bekerja dengan menanamkan rasa curiga, memperbesar kesalahan kecil, memicu pertengkaran, hingga perlahan menghancurkan cinta dan kasih sayang antara suami istri. Tidak heran jika banyak konflik keluarga yang bermula dari persoalan sepele, tetapi berkembang menjadi pertikaian besar hingga berujung perceraian.
Dalam sejumlah literatur Islam, Dasim disebut sebagai salah satu bala tentara iblis yang bertugas masuk ke dalam rumah manusia, lalu menanamkan bibit konflik di antara anggota keluarga. Cara kerjanya halus namun berbahaya: memperbesar persoalan kecil, memicu emosi, menanamkan rasa curiga, hingga menghilangkan kasih sayang antara pasangan suami istri.
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Nama Dasim memang tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an. Namun keberadaannya dikenal dalam sejumlah kitab klasik yang membahas tipu daya iblis dan gangguan jin terhadap manusia. Salah satu ulama yang menjelaskan tentang Dasim adalah Abdur Rauf al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qadir.
Al-Munawi menjelaskan bahwa Dasim adalah setan yang bertugas memasuki rumah seseorang, lalu membuatnya memandang keburukan keluarganya sendiri. Ia menumbuhkan rasa marah, memperbesar kekurangan pasangan, hingga memadamkan rasa cinta yang sebelumnya tumbuh.
Beliau menulis:
وَأَمَّا دَاسِمُ فَهُوَ الَّذِي يَدْخُلُ مَعَ الرَّجُلِ إِلَى أَهْلِهِ يُرِيهِ الْعَيْبَ فِيهِمْ وَيُغْضِبُهُ عَلَيْهِمْ
Artinya: “Adapun Dasim adalah setan yang masuk bersama seseorang ke dalam keluarganya, lalu membuat orang itu melihat aib keluarganya dan membangkitkan kemarahan terhadap mereka.”
(Faidh al-Qadir, Jilid II, hlm. 503)
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
Konsep ini menunjukkan bahwa keretakan rumah tangga sering kali tidak dimulai dari persoalan besar, melainkan dari konflik kecil yang terus dibiarkan menumpuk.
Misi Setan Memisahkan Suami dan Istri
Gangguan setan terhadap rumah tangga memiliki dasar kuat dalam hadis sahih yang diriwayatkan Muslim ibn al-Hajjaj dalam Sahih Muslim.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian mengirim bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya… lalu datang salah seorang dan berkata: aku tidak meninggalkan seseorang sampai aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya. Maka Iblis mendekatkannya dan berkata: engkau yang terbaik.”
(HR Muslim No. 2813)
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu keberhasilan terbesar dalam agenda setan adalah memisahkan hubungan suami istri. Artinya, keluarga memang menjadi medan pertarungan spiritual yang sangat serius dalam Islam.
Perspektif Psikologi Modern
Menariknya, konsep Dasim dalam tradisi Islam memiliki kemiripan dengan kajian psikologi modern mengenai relationship sabotage, yaitu pola penghancuran hubungan secara perlahan.
Penelitian yang dipublikasikan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa hubungan rumah tangga sering runtuh bukan karena masalah besar, tetapi akibat akumulasi konflik kecil yang tidak pernah diselesaikan. Misalnya komunikasi buruk, prasangka berlebihan, defensif, serta ketidakmampuan mengelola emosi.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
Psikolog keluarga terkenal John Gottman melalui riset di The Gottman Institute memperkenalkan konsep The Four Horsemen of Divorce, yaitu empat tanda utama kehancuran rumah tangga:
Kritik berlebihan terhadap pasangan
Sikap defensif saat menghadapi masalah
Menghina atau merendahkan pasangan
Menarik diri dan memutus komunikasi
Dalam perspektif spiritual Islam, kondisi seperti ini dapat menjadi celah yang dimanfaatkan setan untuk memperbesar konflik.
Tanda Ketahanan Spiritual Keluarga Mulai Melemah
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Tradisi keislaman mengenali beberapa kondisi yang sering menjadi pintu masuk gangguan setan dalam rumah tangga, antara lain:
Pertengkaran berulang karena masalah sepele
Muncul rasa curiga tanpa alasan jelas
Hilangnya kenyamanan saat berada di rumah
Pasangan tiba-tiba mudah marah dan sensitif
Komunikasi berubah menjadi saling menyalahkan
Meski demikian, Islam tidak mengajarkan bahwa semua konflik rumah tangga berasal dari gangguan jin. Faktor ekonomi, tekanan sosial, trauma masa lalu, pola komunikasi yang buruk, hingga kelelahan emosional juga memiliki pengaruh besar terhadap keharmonisan keluarga.
Cara Menjaga Rumah dari Gangguan Dasim
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Islam memberikan sejumlah langkah preventif untuk menjaga rumah tangga dari gangguan setan. Pertama, membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari disebutkan bahwa setan menjauh dari rumah yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah.
Kedua, menjaga adab masuk rumah dengan membaca basmalah dan berzikir kepada Allah.
Ketiga, memperbanyak dialog sehat antara suami dan istri. Setan bekerja paling efektif ketika komunikasi mulai rusak.
Keempat, menjaga ibadah bersama dalam keluarga, karena kedekatan spiritual menjadi benteng penting menghadapi godaan.
Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah
Dalam riwayat yang dinukil oleh Ibn Hajar al-Asqalani disebutkan:
وأمَّا داسم فهو صاحب البيوت فإذا دخل الرجل منزله ولم يسم ولم يذكر الله أوقع بينهم المنازعة
Artinya: “Adapun Dasim adalah setan penghuni rumah. Ketika seseorang memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah dan tanpa berzikir, maka Dasim akan memantik pertikaian di antara penghuni rumah hingga terjadi kekerasan dan perceraian.”
Bentengilah Rumah Sebelum Terlambat
Islam memandang keluarga sebagai unit pertama pembentukan masyarakat. Ketika rumah tangga rusak, maka masyarakat ikut rapuh. Karena itu, serangan terhadap keluarga digambarkan sebagai proyek besar iblis.
Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan
Figur Dasim dalam literatur Islam memberi pesan penting bahwa konflik keluarga tidak boleh dianggap sepele. Perselisihan kecil yang terus dibiarkan, komunikasi yang mulai retak, atau kebiasaan meninggalkan zikir dalam rumah, bisa menjadi pintu masuk kerusakan yang lebih besar.
Menjaga keluarga bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menjaga kualitas komunikasi, memperkuat spiritualitas, serta membangun kesadaran bahwa keharmonisan rumah tangga adalah bagian dari ibadah.
Karena itu, setiap Muslim perlu terus memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang ingin menghancurkan keluarga.
Biasakan menghadirkan zikir, memperbanyak doa, menjaga lisan, dan memperkuat kasih sayang dalam keluarga.
Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Usia Senja, Menjemput Berkah Meraih Husnul Khatimah
Sebab rumah yang dipenuhi iman akan sulit ditembus oleh setan, sedangkan rumah yang lalai dari mengingat Allah sering menjadi tempat terbaik bagi Dasim untuk memulai kehancuran.
Maka berlindunglah kepada Allah dari tipu daya Dasim, sebelum pertengkaran kecil berubah menjadi penyesalan yang tak dapat diperbaiki. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menikah In This Economy? Rezeki Dijamin Allah, Bukan Slip Gaji
















Mina Indonesia
Mina Arabic