Yerusalem, MINA – Mufti Agung Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, memperingatkan bahwa otoritas Israel sedang berupaya memaksakan kendali langsung dan kedaulatan atas Masjid Al-Aqsa, karena penutupannya telah berlanjut untuk hari ke-36 berturut-turut pada Sabtu (4/4).
Sabri menyatakan keprihatinan mendalam atas penutupan Al-Aqsa yang terus berlanjut tanpa alasan yang sah, mencatat bahwa ratusan ribu umat Muslim dicegah untuk beribadah di tempat tersebut selama bulan suci Ramadhan. Palinfo melaporkan.
Ia menolak alasan keamanan Israel untuk penutupan tersebut, menekankan bahwa masjid dan pasar lain di seluruh Palestina tetap buka, dan menegaskan kembali bahwa penutupan Al-Aqsa tidak dapat diterima dari sudut pandang agama.
Sabri juga menyerukan kepada komunitas Arab dan Muslim untuk menekan pemerintah mereka agar Masjid tersebut dibuka kembali untuk para jamaah.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia menegaskan bahwa Yerusalem memiliki arti penting yang sama dengan Mekah dan Madinah, dan bahwa Al-Aqsa sebanding pentingnya dengan Masjidil Haram, menekankan bahwa kota tersebut bukan hanya urusan Palestina semata.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic