Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Rencanakan Markas Militer di Teluk Aden Bersama Somaliland

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 12 Maret 2026 - 08:47 WIB

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:47 WIB

27 Views ㅤ

Peta Somalia (The Mapcentre)

Tel Aviv, MINA – Israel dilaporkan tengah merencanakan pembangunan markas militer strategis di kawasan Teluk Aden melalui kerja sama dengan Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya memperkuat posisi militer Israel untuk menghadapi kelompok Houthi di Yaman yang selama ini menjadi ancaman di kawasan Laut Merah. Anadolu melaporkan, Rabu (12/3).

Rencana tersebut muncul setelah Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka pada akhir 2025. Pengakuan tersebut membuka jalan bagi hubungan diplomatik dan kerja sama keamanan antara kedua pihak, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas militer Israel di pesisir Teluk Aden yang menghadap langsung ke wilayah Yaman.

Teluk Aden merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia serta berada dekat dengan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Israel menilai kehadiran militer di kawasan tersebut akan meningkatkan kemampuan pengawasan dan respons terhadap serangan kelompok Houthi yang kerap menargetkan kapal-kapal di jalur perdagangan internasional.

Kerja sama tersebut juga merupakan bagian dari strategi Israel untuk memperluas pengaruh militernya di sekitar wilayah yang menjadi basis kelompok Houthi yang didukung Iran.

Dengan membangun kehadiran di wilayah Tanduk Afrika, Israel berupaya mendapatkan posisi strategis yang lebih dekat dengan medan konflik di Yaman.

Rencana tersebut memicu reaksi keras dari kelompok Houthi. Pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan bahwa setiap kehadiran militer Israel di Somaliland akan dianggap sebagai target militer dan dapat memicu eskalasi konflik baru di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Somaliland sendiri telah memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia sejak 1991 dan menjalankan pemerintahan sendiri, meski statusnya belum diakui secara luas oleh komunitas internasional.

Jika rencana pembangunan markas tersebut terealisasi, langkah itu dinilai berpotensi mengubah dinamika geopolitik di kawasan Laut Merah serta meningkatkan ketegangan antara Israel, Iran, dan kelompok sekutunya di Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda