Beirut, MINA – Menurut sumber militer yang berbicara kepada mantan analis CIA Larry Johnson, ada sebanyak 30 pelaut AS yang mencoba bunuh diri di atas kapal induk USS Lincoln karena tekanan mental, membantah jumlah enam yang sebelumnya diberitakan.
Berbicara kepada Al Mayadeen dalam program The Great Standoff: Iran and the World pada Senin malam (17/8), Johnson mengatakan bahwa konfrontasi berkepanjangan semakin menguntungkan Iran. Ia menyoroti meningkatnya tekanan militer, logistik, ekonomi, dan politik terhadap Amerika Serikat di saat Iran bersiap mengambil sikap yang lebih ofensif.
Johnson berpendapat bahwa Washington menghadapi kesulitan yang kian besar untuk mempertahankan kehadiran militernya dan mengisi kembali persediaan senjata canggih.
Ia secara khusus menyoroti kondisi yang memburuk di atas kapal-kapal AS, termasuk kekurangan makanan dan perlengkapan kebersihan pribadi, kerusakan sistem sanitasi, serta masalah moral yang serius di kalangan personel.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Ia mengatakan bahwa kesulitan-kesulitan tersebut tidak hanya terjadi di Angkatan Laut, melainkan juga mencakup kekhawatiran mengenai kasus bunuh diri dan moral di berbagai matra militer AS.
“Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap moral pribadi para tentara, pelaut, Marinir, maupun personel angkatan udara,” kata Johnson.
“Sebuah laporan berita mengindikasikan bahwa sebanyak enam pelaut mencoba melompat ke laut dari kapal Abraham Lincoln. Namun, seorang perwira militer AS yang baru saja pensiun mengatakan kepada saya bahwa informasi itu tidak benar. Jumlahnya kemungkinan mendekati 30 orang, bukan hanya enam. Dan kita mendapati bahwa masalah-masalah ini tidak terbatas pada Angkatan Laut saja,” ungkapnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic