Stockholm, MINA – Swedia telah menghabiskan lebih dari 8 juta krona (sekitar Rp14,72 miliar) untuk program kepulangan sukarela yang mendorong migran Afghanistan untuk kembali ke Afghanistan, tetapi belum ada peserta yang menerima tawaran tersebut sejak inisiatif dimulai pada tahun 2025, menurut Aftonbladet Swedia.
Dilansir dari Ariana News pada Ahad (5/7), program yang dikenal bernama “Zindagi Taza” (Kehidupan Baru) tersebut, dijalankan oleh organisasi internasional Seefar dan didanai oleh pemerintah Swedia. Program ini bertujuan menjangkau sekitar 2.000 warga Afghanistan yang tinggal di Swedia dan mendorong 200 di antaranya untuk kembali secara sukarela ke Afghanistan.
Dengan hanya tersisa dua bulan sebelum proyek berakhir, belum ada yang kembali melalui program tersebut.
Menteri Migrasi Swedia Johan Forssell mengatakan masih terlalu dini untuk menilai efektivitas inisiatif tersebut.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
“Saya pikir kita harus menunggu sampai proyek berakhir sebelum kita mengevaluasinya,” kata Forssell kepada Aftonbladet.
Menurut Forssell, salah satu tujuan program ini adalah untuk mengurangi jumlah migran yang tetap berada di negara tersebut tanpa status hukum, dengan mendorong kepulangan sukarela daripada memaksa mereka untuk bersembunyi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
















Mina Indonesia
Mina Arabic