Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Swiss Jadi Tuan Rumah Negosiasi Lanjutan AS-Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 21 Juni 2026 - 10:16 WIB

Ahad, 21 Juni 2026 - 10:16 WIB

44 Views ㅤ

Delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (Foto: Press TV)

Jenewa, MINA – Swiss kembali dipercaya menjadi tuan rumah perundingan lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Ahad (21/6) ini. Perundingan itu bertujuan membahas langkah menuju kesepakatan permanen di tengah upaya meredakan ketegangan yang selama ini membayangi hubungan kedua negara.

Pemerintah Swiss mengonfirmasi kesiapan mereka memfasilitasi dialog antara delegasi Washington dan Teheran sebagai bagian dari proses diplomatik yang terus berlangsung.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi kesepahaman awal sekaligus membuka ruang pembahasan isu-isu strategis yang masih menjadi perbedaan kedua pihak. Al-Jazeera melaporkan.

Negosiasi ini menjadi kelanjutan dari berbagai komunikasi tidak langsung yang selama beberapa waktu terakhir dimediasi sejumlah negara sahabat.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Selain Swiss, Qatar dan Pakistan juga disebut berperan dalam membantu menjembatani dialog guna menciptakan suasana yang kondusif bagi tercapainya kesepakatan yang lebih komprehensif.

Meski jadwal pertemuan sempat mengalami penyesuaian karena faktor teknis dan diplomatik, kedua negara tetap menunjukkan komitmen untuk melanjutkan jalur perundingan. Para pengamat menilai keberlanjutan dialog menjadi sinyal positif di tengah tingginya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah isu penting diperkirakan akan menjadi fokus pembahasan, termasuk program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, keamanan kawasan, serta mekanisme untuk menjaga stabilitas regional secara berkelanjutan.

Penyelesaian persoalan-persoalan tersebut dinilai menjadi kunci bagi terciptanya hubungan yang lebih stabil antara kedua negara.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Keberhasilan perundingan di Swiss berpotensi membawa dampak luas, tidak hanya bagi AS dan Iran, tetapi juga bagi keamanan Timur Tengah dan stabilitas pasar energi global.

Karena itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan dialog tersebut dengan harapan tercapainya solusi diplomatik yang dapat mengurangi risiko konflik di kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Amerika
Internasional
Amerika
Amerika