Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram Wafat

Redaksi Editor : Arif R - Senin, 21 September 2026 - 20:33 WIB

Senin, 21 September 2026 - 20:33 WIB

62 Views ㅤ

Syekh Ibrahim al Madani.

Makkah, MINA –  Kabar duka datang dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Syekh Ibrahim bin Adel Al Madani, salah satu muazin Masjidil Haram, wafat pada Senin, (21/9).

Kepergiannya menyisakan duka bagi banyak umat Islam yang selama bertahun-tahun mengenal suaranya melalui lantunan azan, khususnya azan Shubuh dari Masjidil Haram.

Yang membuat kabar wafatnya semakin menggetarkan, beberapa jam sebelum meninggal dunia, Syekh Ibrahim masih menjalankan tugasnya sebagai muazin. Ia mengumandangkan azan Shubuh dari Masjidil Haram pada Senin dini hari.

Lantunan tersebut kemudian menjadi azan terakhir Syekh Ibrahim dari rumah suci umat Islam itu. Rekaman suaranya pun kembali beredar di media sosial setelah kabar wafatnya tersebar.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Salah Satu dari 24 Muazin Utama Masjidil Haram

Syekh Ibrahim merupakan salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Dalam sistem pelayanan azan di Masjidil Haram, enam muazin bertugas secara bergiliran setiap hari untuk mengumandangkan azan lima waktu, termasuk azan pertama sebelum Shubuh.

Selain mengumandangkan azan, Syekh Ibrahim juga menjalankan tugas tabligh dari mukabbariyah, yakni menyampaikan atau memperkuat suara imam melalui sistem pengeras suara sehingga dapat didengar jamaah di berbagai bagian Masjidil Haram.

Namanya terutama dikenal karena lantunan azan Subuh dan takbirnya. Suaranya menjadi salah satu bagian dari pengalaman spiritual jamaah yang melaksanakan ibadah di Masjidil Haram.

Memulai Azan Sejak Usia 15 Tahun

Perjalanan Syekh Ibrahim sebagai muazin ternyata telah dimulai sejak usia sangat muda. Ia lahir di Madinah pada 1976 dan tumbuh dalam keluarga religius. Kakeknya dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an yang memberikan pengaruh besar terhadap pendidikan keagamaannya.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Syekh Ibrahim kemudian menempuh pendidikan di bidang Studi Al-Qur’an. Kecintaannya terhadap azan tumbuh sejak remaja. Ketika berusia sekitar 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di sebuah masjid yang berada di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

Di masjid tersebut, ia menjalankan tugas sebagai muazin secara bergantian bersama tiga orang tetangganya. Tradisi itu terus dijalaninya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Setelah menyelesaikan kuliah, Syekh Ibrahim sempat berhenti dari tugas sebagai muazin karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.

Namun, kecintaannya terhadap azan membawanya kembali ke dunia tersebut. Pada 1428 Hijriah atau sekitar 2007–2008, ia kembali mendapatkan kesempatan mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah. Dari sinilah perjalanan pengabdiannya perlahan mengantarkan dirinya ke Masjidil Haram.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Pada 1439 Hijriah atau sekitar 2017–2018, Syekh Ibrahim resmi dipercaya menjadi salah satu muazin Masjidil Haram.

Pengangkatannya menjadi titik penting dalam perjalanan panjangnya sebagai muazin.

Menariknya, meski kemudian bertugas di Makkah, Syekh Ibrahim membawa pengaruh kuat dari tradisi azan Madinah karena ia lahir dan tumbuh di kota tersebut.

Namun, ia juga mengenal tradisi azan Makkah sejak usia muda.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Dalam sejumlah laporan mengenai perjalanan hidupnya, Syekh Ibrahim disebut pernah berkunjung ke Makkah bersama ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan Syekh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram sekaligus sahabat kakeknya.

Shalat jenazah Syekh Ibrahim dilaksanakan setelah shalat Ashar pada Senin, 21 September 2026, di Masjidil Haram.

Setelah itu, jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Al Mualla, salah satu pemakaman bersejarah di Makkah. Informasi mengenai prosesi tersebut dilaporkan sejumlah media yang mengutip sumber Saudi dan laporan regional.

Kabar wafatnya segera menyebar di kalangan petugas Dua Masjid Suci dan para pengikut perkembangan dunia azan.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Media sosial pun, termasuk di Indonesia, dipenuhi ucapan belasungkawa. Rekaman suara Syekh Ibrahim ketika mengumandangkan azan dan takbir kembali dibagikan oleh pengguna media sosial. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Militer Iran: Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama dari Konflik Sebelumnya

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia