Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syekh Naji Al-Qazzaz, Muazin Masjid Al-Aqsa Selama 48 Tahun, Wafat

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 19 April 2026 - 04:07 WIB

Ahad, 19 April 2026 - 04:07 WIB

105 Views ㅤ

Syekh Naji Fayez Al-Qazzaz. (Jordanzad)

Yerusalem, MINA – Sebuah suara yang selama 48 tahun menggema di kompleks Masjid Al-Aqsa kini telah sunyi.

Syekh Naji Fayez Al-Qazzaz, salah seorang muazin tertua dan paling dihormati di Kota Tua Yerusalem, wafat setelah perjalanan panjang penuh pengabdian dan keimanan.

Kepergian Syekh Naji pada Sabtu (18/4) meninggalkan duka mendalam bagi warga Yerusalem, jamaah Masjid Al-Aqsa, serta umat Islam di seluruh dunia.

Ia dikenal sebagai sosok yang suaranya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap spiritual dan budaya kota suci tersebut sejak tahun 1970-an.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Keluarga Muazin Selama Lima Abad

Syekh Naji berasal dari keluarga Yerusalem kuno yang memiliki garis keturunan mulia sebagai muazin di Masjid Al-Aqsa. Tradisi mengumandangkan azan di masjid suci ketiga umat Islam ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya selama lebih dari 500 tahun.

Ia mulai secara resmi bertugas sebagai muazin di Masjid Alqsa pada tahun 1978, melanjutkan jejak ayah dan kakeknya.

Selama 48 tahun mengabdi, Syekh Naji dikenal dengan suaranya yang merdu, tenang, dan penuh penghayatan. Ia biasa bertugas mengumandangkan azan untuk salat Dzuhur dan Ashar selama beberapa dekade. Suaranya yang khas telah menjadi identitas yang melekat pada Kota Tua Yerusalem.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Kepergian Syekh Naji terjadi di tengah situasi yang penuh tekanan bagi Masjid Al-Aqsa dan warga Palestina di Yerusalem. Dalam beberapa waktu terakhir, serangan pasukan pendudukan Israel serta gangguan dari kelompok pemukim terhadap masjid semakin meningkat. Bahkan pendudukan Zionis menutup Al-Aqsa sebulan lebih sejak akhir Ramadhan lalu.

Hilangnya tokoh agama dan simbol perlawanan budaya seperti Syekh Naji meninggalkan kekosongan yang besar. Namun warisannya mengingatkan kita akan peran penting “orang-orang yang berjaga melalui suara” ini dalam menjaga identitas Arab dan Islam di Masjid Al-Aqsa di tengah berbagai upaya pendudukan.

Penerus yang Amanah

Syekh Naji wafat dengan meninggalkan seorang putra yang juga dikenal luas sebagai muazin, yaitu Firas Al-Qazzaz. Firas saat ini terus melanjutkan amanah suci yang diwariskan ayahnya. Dengan demikian, menara-menara Masjid Al-Aqsa masih akan terus bergema dengan suara azan dari keluarga yang telah setia menjaga kesucian dan kemuliaan masjid selama berabad-abad.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Doa dan penghormatan terus mengalir untuk Syekh Naji Al-Qazzaz. Semoga Allah menerima segala amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga serta seluruh umat Islam yang kehilangan salah satu suara terindah dari wilayah Baitul Maqdis. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Tausiyah
Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat