Jenewa, MINA – Tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan terdapat indikasi bahwa anak-anak di Jalur Gaza menjadi sasaran dalam tindakan yang dikategorikan sebagai dugaan genosida oleh Israel.
Temuan tersebut disampaikan dalam laporan hasil penyelidikan yang menyoroti dampak perang terhadap kelompok sipil paling rentan di wilayah Palestina itu. Wafa melaporkan, Rabu (24/6).
Menurut laporan tersebut, operasi militer yang berlangsung di Gaza telah menyebabkan jumlah korban anak-anak yang sangat besar, selain mengakibatkan kehancuran infrastruktur sipil yang menjadi penopang kehidupan mereka.
Tim penyelidik menilai pola serangan dan dampak yang ditimbulkannya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan ketentuan hukum internasional, termasuk Konvensi Genosida.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Laporan itu juga menyoroti kerusakan luas terhadap fasilitas yang berkaitan dengan kehidupan anak-anak, seperti sekolah, tempat pengungsian, fasilitas kesehatan, serta akses terhadap makanan dan air bersih.
Kondisi tersebut dinilai telah menciptakan lingkungan yang membahayakan keberlangsungan hidup dan perkembangan generasi muda Gaza.
Komisi penyelidikan PBB menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling terdampak oleh konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Selain korban jiwa dan luka-luka, banyak anak mengalami trauma psikologis akibat kehilangan anggota keluarga, pengungsian berulang, serta kondisi hidup yang tidak menentu di tengah perang.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Berbagai lembaga kemanusiaan internasional sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa situasi di Gaza berisiko menciptakan “generasi yang hilang” akibat terganggunya akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Data badan-badan PBB menunjukkan bahwa anak-anak dan perempuan mencakup sebagian besar korban sipil dalam konflik tersebut.
Seruan untuk gencatan senjata dan perlindungan warga sipil terus disampaikan komunitas internasional. Temuan terbaru tim penyelidik PBB berpotensi meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel, sekaligus memperkuat tuntutan agar dilakukan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional yang terjadi selama perang di Gaza. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic