New York, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keputusan Komite Nobel Norwegia yang tidak memberinya Hadiah Nobel Perdamaian 2026. Dalam kampanye politik di Syracuse, New York, Jumat (9/10).
Trump menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan bagi Norwegia. NHK One melaporkan, Ahad (11/10).
Trump melontarkan kritik setelah penghargaan Nobel Perdamaian 2026 diberikan kepada Navanethem “Navi” Pillay, mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan mantan hakim internasional asal Afrika Selatan.
Pillay mendapat penghargaan atas kiprahnya dalam memperjuangkan keadilan dan pertanggungjawaban atas kejahatan perang serta genosida.
Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi
Trump kembali mengeklaim dirinya telah membantu mengakhiri delapan perang dan mencegah sejumlah konflik internasional. Ia juga menyebut ketegangan di Semenanjung Korea serta hubungan China dan Taiwan sebagai persoalan yang berhasil dicegah agar tidak berkembang menjadi perang.
Namun, sejumlah klaim mengenai perannya dalam penyelesaian konflik masih diperdebatkan, sementara beberapa konflik belum benar-benar berakhir.
Trump juga merendahkan rekam jejak Pillay dan mempertanyakan kredibilitas penghargaan Nobel Perdamaian. Ia menilai dirinya layak menerima penghargaan tersebut karena menganggap telah berkontribusi dalam meredakan berbagai konflik dunia.
Sementara itu, sejumlah konflik yang diklaim berhasil diselesaikan Trump masih menyisakan persoalan. Associated Press melaporkan, perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran juga belum sepenuhnya tuntas.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Klaim Trump mengenai perannya dalam meredakan sejumlah konflik turut dibantah atau dipertanyakan oleh pihak-pihak terkait.
Penganugerahan Nobel Perdamaian 2026 kepada Pillay menambah sorotan internasional terhadap peran lembaga hukum dan hak asasi manusia dalam menangani konflik.
Pillay sebelumnya memimpin komisi penyelidikan yang didukung PBB dan menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza, tuduhan yang dibantah keras oleh Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
















Mina Indonesia
Mina Arabic