Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tekan Sekutu dan Desak Tiongkok Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 16 Maret 2026 - 16:31 WIB

Senin, 16 Maret 2026 - 16:31 WIB

12 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump (Foto: SANA)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak sejumlah negara, termasuk Tiongkok dan negara-negara anggota NATO, untuk mengirim kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang tengah dilanda krisis akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataannya melalui media sosial, Trump menyebut negara-negara yang sangat bergantung pada energi dari kawasan Teluk, seperti Tiongkok, Jepang, Prancis, Inggris, dan Korea Selatan, seharusnya turut mengerahkan kapal militer untuk memastikan jalur perdagangan global tetap terbuka.

Ia menilai keamanan jalur pelayaran internasional bukan hanya tanggung jawab Amerika Serikat. Anadolu melaporkan, Senin (16/3).

Trump juga memperingatkan bahwa masa depan aliansi NATO dapat terancam jika negara-negara sekutu tidak membantu operasi menjaga keamanan di Selat Hormuz. Ia bahkan menyatakan hubungan dengan NATO dapat menjadi “sangat buruk” apabila sekutu menolak memberikan dukungan militer dalam situasi krisis tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Seruan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah target di kawasan serta memperingatkan kapal-kapal asing agar tidak melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia, dengan sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati perairan tersebut. Gangguan di kawasan ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional.

Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat dilaporkan masih berhati-hati menanggapi permintaan Washington. Beberapa negara, termasuk Jepang dan Australia, menyatakan belum memiliki rencana mengirim kapal perang ke kawasan tersebut, sementara negara-negara Eropa mempertimbangkan misi pengawalan yang bersifat defensif bagi kapal dagang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda