Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penghentian sementara serangan udara terhadap Iran setelah hampir dua pekan operasi militer berlangsung.
Keputusan yang mengejutkan itu menandai perubahan pendekatan Washington dari tekanan militer menuju pembukaan kembali jalur diplomasi, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.
Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat, keputusan tersebut diambil setelah Trump menerima laporan Pentagon mengenai tingginya konsumsi amunisi, meningkatnya risiko terhadap pasukan AS di kawasan, serta potensi dampak ekonomi global apabila konflik terus bereskalasi.
Selain faktor militer, Washington juga disebut ingin memberi ruang bagi upaya mediasi yang tengah dijalankan Pakistan, Qatar, dan Oman untuk mempertemukan kembali AS dan Iran di meja perundingan. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (26/7).
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Media-media Amerika melaporkan bahwa penghentian operasi udara telah berlangsung selama dua hari, sementara Iran juga tidak melakukan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, menyatakan Presiden Trump sengaja memberikan kesempatan bagi proses diplomasi berkembang, meski Washington tetap mempertahankan opsi militer apabila negosiasi mengalami kebuntuan.
Di sisi lain, Israel dikabarkan tetap mendorong Washington mempertahankan tekanan maksimal terhadap Teheran, khususnya terkait program nuklir dan pengembangan rudal Iran.
Perbedaan pandangan antara Amerika Serikat yang mulai membuka peluang dialog dan Israel yang menghendaki pendekatan lebih keras menunjukkan adanya dinamika baru dalam strategi menghadapi Iran.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Penghentian sementara serangan juga bertepatan dengan meningkatnya aktivitas diplomatik Pakistan dan Qatar yang berupaya menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.
Sejumlah usulan yang dibahas meliputi penghentian aksi militer, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pelonggaran sebagian sanksi ekonomi, hingga kemungkinan dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Iran dan stabilitas keamanan kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic