Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendidikan Qur’ani Jadi Jalan Bangun Generasi Unggul dan Satukan Umat

Arief Rahman Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:06 WIB

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:06 WIB

42 Views ㅤ

Tasikmalaya, MINA — Di tengah gempuran arus informasi dan gaya hidup yang serba instan, Al-Qur’an tetap menjadi jangkar yang membentuk karakter dan cara berpikir generasi muda. Pesan itu mengemuka dalam tausiyah dari pembina utama Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Ustaz Munif Nasir pada acara Haflah Ponpes Shuffatul Jama’ah, Tasikmalaya, Sabtu (18/7).

Mengawali tausiyahnya, Ust Munif membuka forum dengan sebuah kisah yang menggugah: kesaksian Almarhum Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Arifin Bratawinata, yang mengaku heran mendapati anak-anak lulusan pesantren tampil menonjol di lingkungan kampus.

Kedekatan mereka dengan Al-Qur’an, disebutnya, menjadi pembeda yang nyata, sebuah pengingat bahwa hafalan bukan sekadar beban ingatan, melainkan investasi yang membentuk pola pikir.

Ust Munif turut menyinggung adanya penelitian yang menyebut hafalan Al-Qur’an membuat struktur otak penghafalnya lebih tertata, meski dalam paparannya ia tidak merinci nama peneliti atau lembaga yang melakukan kajian tersebut.

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri

Ust Munif mengajak jamaah menengok ke dalam diri masing-masing. Ia menguraikan tiga golongan mukmin yang menggambarkan perjalanan spiritual setiap manusia: mereka yang masih menzalimi diri sendiri (zhalimun linafsih), mereka yang telah menunaikan kewajiban namun belum konsisten dengan amalan sunnah (muqtashid), hingga mereka yang senantiasa bersegera menyambut kebaikan (sabiqun bil khairat).

Ust Munif kemudian menautkan semangat tarbiyah ini dengan fungsi nubuwwah yang dijalankan Rasulullah SAW, merujuk pada QS. Al-Jumu’ah ayat 2. Tiga langkah yang ditempuh Nabi:  memperkenalkan Al-Qur’an, membersihkan jiwa umat (tazkiyah), lalu mengajarkannya, menjadi rumus abadi yang menurutnya masih relevan diterapkan hari ini, baik di ruang kelas pesantren maupun di tengah keluarga.

Menariknya, Ust Munif turut membaca arah perubahan masyarakat: semakin banyak orang tua yang secara sadar memilih sekolah berbasis agama untuk anak-anaknya.

Baginya, ini bukan sekadar tren, melainkan panggilan bagi lembaga tarbiyah untuk terus menghadirkan pendidikan yang benar-benar berkualitas dan menjawab kebutuhan zaman.

Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri

Di penghujung tausiyah, pesan Ust Munif kembali pada cita-cita besar: menghidupkan kembali persatuan umat Islam di bawah satu kepemimpinan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya.

Ia mengajak para santri yang telah menuntaskan hafalan 30 juz untuk menjadikan bekal itu bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan modal untuk merajut persatuan yang lebih besar. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia

Rekomendasi untuk Anda