Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Lepas 48 Santri, Mayoritas Diterima di PTN Favorit

Arief Rahman Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:56 WIB

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:56 WIB

197 Views ㅤ

Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya menggelar Haflah Takhrij wa Takrim 1448 H sekaligus pelepasan santri kelas 9 (MTs/Wustha) dan kelas 12 (MA/Ulya), Sabtu (18/7/2026). (FOTO For MINA)

Tasikmalaya, MINA – Pondok Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya menggelar Haflah Takhrij wa Takrim 1448 H sekaligus pelepasan santri kelas 9 (MTs/Wustha) dan kelas 12 (MA/Ulya), Sabtu (18/7). Pada wisuda angkatan ketiga ini, sebanyak 48 santri resmi menyelesaikan pendidikan dan dilepas untuk melanjutkan jenjang berikutnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri para wali santri, dewan asatidz, Ketua MUI Rajapolah, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, unsur Kecamatan Rajapolah, serta pengurus Yayasan Shuffah Hizbullah Al-Fatah.

Ketua Panitia, Ambiya Nurin, mengatakan seluruh lulusan memiliki hafalan Al-Qur’an dengan capaian akademik dan nonakademik yang membanggakan.

“Alhamdulillah, Haflah Takhrij wa Takrim angkatan ke-3 ini meluluskan 48 santri dengan berbagai prestasi dan hafalan Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban

Selain itu, sekitar 80 persen lulusan jenjang MA diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk sejumlah kampus yang masuk dalam jajaran 10 besar nasional. Beberapa santri bahkan dinyatakan lolos di lebih dari satu PTN. Sementara itu, dua santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Selama menempuh pendidikan di pesantren, para santri juga menorehkan puluhan prestasi di berbagai bidang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kompetisi internasional. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dalam rangkaian acara wisuda.

Perwakilan wisudawan kelas 12, Rizki Zakaria, menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga nilai-nilai kehidupan.

“Selama di Shuffah, kami banyak mendapatkan ilmu kehidupan melalui dinamika di pesantren. Alhamdulillah, dengan mondok di Shuffah, kami bisa meraih cita-cita dan kampus impian,” katanya.

Baca Juga: Menavigasi Era Digital: Menjaga Fitrah Anak Melalui Cahaya Wahyu

Pimpinan Ponpes Shuffah Al-Jama’ah, Hasan Yusuf, M.Pd., menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan maupun hubungan para santri dengan pesantren.

“Kegiatan haflah ini bukan akhir pendidikan dan bukan pula perpisahan silaturahim. Pesantren akan selalu terbuka bagi para alumni. Pesantren adalah rumah kita yang harus tetap dijaga meskipun sudah berada di luar,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Rajapolah, H. Aa Rahman, S.Ag., M.M. Menurutnya, meski tergolong baru, Ponpes Shuffah Al-Jama’ah telah menunjukkan perkembangan yang pesat.

“Pesantren ini telah menjadi salah satu pencetak generasi emas di Kecamatan Rajapolah. Dalam waktu relatif singkat, Shuffah mampu bersaing bahkan menunjukkan prestasi yang membanggakan,” katanya.

Baca Juga: Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Sasar 700 MIS dan MTsS

​Harapan senada disampaikan Dewan Pembina, Drs. Eko Siswanto, yang berharap para alumni mampu bertransformasi menjadi pemimpin masa depan, baik sebagai tokoh kenegaraan maupun keagamaan yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H. Fajri Adi Nugraha, menyebut Ponpes Shuffah Al-Jama’ah merupakan salah satu pesantren yang pertama menerapkan sistem pendidikan muadalah pada jenjang Wustha sesuai program Kementerian Agama RI.

Ia juga menyatakan kesiapan Kemenag memberikan rekomendasi bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Dalam khutbah perpisahan (Khutbatul Wada), Pembina Utama Munif Nasir, S.Ag., mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kualitas keimanan dan menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Ia optimistis alumni Shuffah memiliki bekal keilmuan dan karakter yang mampu bersaing di perguruan tinggi maupun kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Ketika Pintar dan Gelar Tak Menjamin Kebijaksanaan

Perwakilan wali santri, Nuruddin, mengaku bersyukur atas perubahan karakter yang dialami putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Alhamdulillah, kami menitipkan anak-anak dalam usia remaja, dan hari ini menjemput mereka dengan kedewasaan, terutama dari sisi akhlak dan perilaku,” ujarnya.

Ia berpesan agar para alumni terus menjaga semangat belajar, kesabaran, dan istiqamah dalam menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Peneliti UIN Ar-Raniry Ungkap Transformasi Otoritas Keagamaan di Era Digital

Rekomendasi untuk Anda