Brussel, MINA – Anouar El Anouni, Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa, pada Senin (4/5) menyampaikan pernyataan tegas yang menolak setiap perubahan kontrol teritorial di Jalur Gaza, menyusul diperkenalkannya “garis oranye” oleh Israel.
Pernyataan ini menyusul langkah baru Israel tersebut, yang dilaporkan memperluas kendalinya hingga lebih dari 60 persen wilayah Gaza, alih-alih melakukan penarikan lebih lanjut yang dipersyaratkan berdasarkan perjanjian perdamaian. Anadolu melaporkan.
Ia menekankan bahwa Uni Eropa terus menggarisbawahi pentingnya menyatukan Gaza dengan Tepi Barat di bawah pemerintahan Otoritas Palestina.
El Anouni menambahkan blok tersebut memperbarui seruannya untuk segera melaksanakan rencana perdamaian Gaza, dan menyatakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Ia juga mendesak Israel untuk segera mengizinkan akses bantuan kemanusiaan dalam skala besar dan tanpa hambatan ke Gaza, dan untuk memastikan distribusinya yang berkelanjutan.
Baru-baru ini, tentara Israel memperkenalkan “garis oranye”, yang melampaui “garis kuning” yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Berdasarkan perjanjian tersebut, “garis kuning” memisahkan wilayah di bawah kendali militer Israel di timur dari zona tempat warga Palestina diizinkan berada di barat, yang mencakup sekitar 53 persen wilayah tersebut.
Namun, Israel tidak mematuhi pengaturan ini, secara bertahap maju melampaui garis kuning ke bagian yang lebih dalam dari Gaza, di daerah yang sekarang disebut sebagai “garis oranye”. []
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic