Gaza, MINA — Badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA memperingatkan krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat kekurangan bantuan dasar, yang kini mengancam keselamatan ratusan ribu warga Palestina, Kamis (8/1).
UNRWA menyatakan bahwa cuaca buruk, hujan deras, dan banjir telah memperparah kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah rapuh, serta semakin memicu risiko terhadap ribuan keluarga pengungsi yang tinggal dalam tenda-tenda darurat. Melansir Palinfo.
Juru bicara UNRWA di Gaza, Adnan Abu Hasna, menggambarkan situasi saat ini sangat “sangat memburuk dan berbahaya,” karena bantuan kemanusiaan yang sangat minim, terutama bahan untuk tempat tinggal (tenda) dan obat-obatan, tidak mencukupi kebutuhan dasar warga yang terus meningkat.
Abu Hasna menjelaskan bahwa meskipun puluhan ribu tenda bantuan telah masuk ke Gaza setelah gencatan senjata, jumlah itu hanya memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan yang ada, sementara sektor kesehatan menghadapi kekurangan obat dan peralatan medis yang serius.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Menurut laporan, sekitar 1,5 juta warga Palestina kini tinggal di tenda-tenda rapuh, banyak di antaranya hanya berupa kain dan plastik yang tidak mampu menahan angin dan hujan deras, terutama di area pantai dan wilayah yang dilanda banjir.
UNRWA juga mengingatkan bahwa infrastruktur yang rusak parah dan saluran pembuangan yang terganggu telah menyebabkan genangan air limbah mencemari kamp pengungsian ketika hujan turun, sehingga meningkatkan risiko penyakit dan membahayakan kesehatan masyarakat.
Badan PBB tersebut mengatakan bahwa ribuan truk bantuan yang telah disiapkan di perbatasan Mesir dan Yordania belum masuk ke Gaza, padahal mereka membawa bahan makanan, tenda, selimut, pakaian, dan barang kebutuhan dasar yang cukup untuk jutaan orang selama beberapa bulan mendatang.
UNRWA memperingatkan bahwa jika bantuan tidak segera mencapai wilayah Gaza secara cepat dan besar-besaran, situasi bisa kembali ke titik nol sekaligus meningkatkan risiko kematian dan penyakit bagi sebagian besar penduduknya, khususnya pasien dan anak-anak.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Zionis Israel menyatakan bahwa pembatasan masuknya bantuan ke Gaza dilakukan dengan alasan keamanan, dengan klaim untuk mencegah masuknya barang yang disebut dapat dimanfaatkan kelompok perlawanan Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic