Ustaz AHI: Paham Kalimat Tauhid Sudah Pasti Tahu Arah Tujuan Hidup

Palembang, MINA – Kalau kalimat Laa Ilaaha Illallah terpatri dalam dada, pasti kita akan mengerti arah tujuan hidup. Demikian Pembina Lembaga Bimbingan Ibadah dan Penyuluhan Islam (LBIPI), KH. Abul Hidayat Saerodjie pada Tabligh Akbar¬† Muharram 1444 H, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Palembang di Masjid Al-Hijrah, Ponpes Al-Fatah Borang Sako Palembang, Ahad (21/8).

“Kalau kalimat Laa Ilaaha Illallah terpatri dalam dada, seseorang akan tahu kemana menempatkan diri dalam hidup ini,” tambahnya.

Menurut Abul Hidayat, yang perlu diperjuangkan itu bukan dunia, namun akhirat. “Perjuangkan olehmu untuk dapatkan apa yang sudah disediakan oleh Allah di kampung akhirat,” tegasnya.

Karena, lanjutnya, akhirat merupakan endingnya kehidupan, maka tujuan hidup mestinya ke arah sana.

“Walaupun sukses di dunia tapi itu sifatnya hanya sementara. Setinggi jabatan ada batasnya, ujungnya pensiun juga. Mestinya tujuan hidup itu ridho Allah, kampung akhirat. Kualitas diri yang begini ini perlu diperbesar, bukan perutnya,” katanya.

Karenanya, kata Abul Hidayat, orang beriman itu akidahnya harus kuat, tidak boleh mencla-mencle (terombang-ambing tidak tentu arh).

Pada Tabligh Akbar yang digelar di Ponpes Al-Fatah Borang Sako tersebut, hadir juga sebagai Pembicara Utama, Pembina Jaringan Ponpes Al-Fatah se-Indonesia, Imaam Yakhsyallah Mansur, Dosen UIN Raden Fatah, Sofyan, MHI, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), Anshorullah SF.

Ponpes Al-Fatah Borang Sako saat ini baru merintis dengan pendidikan Raudhatul Athfal (RA). Ditargetkan tahun depan membuka Madrasah Ibtidaiyah Tahfidz. (L/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)