Gaza, MINA – Utusan utama Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza, Nickolay Mladenov menyatakan, Israel akan menarik diri dari Jalur Gaza hanya jika perlucutan senjata yang “terverifikasi” tercapai.
“Tidak ada yang diwajibkan melakukan apa pun, terutama Israel sebelum kita benar-benar memiliki langkah-langkah terverifikasi di lapangan,” kata Mladenov kepada Channel 12 Israel, Senin (10/8).
“Jika ada pemusnahan senjata yang terverifikasi, bahwa senjata-senjata tersebut diambil dari faksi-faksi, disimpan, dan pada akhirnya dibuat tidak dapat digunakan, maka Israel akan menarik diri dari Gaza,” klaimnya.
Mladenov menjelaskan rencana tersebut didasarkan pada tiga elemen utama, yakni perlucutan senjata penuh di Gaza, penyerahan tanggung jawab pemerintahan kepada Dewan Perdamaian melalui komite nasional Palestina dan penempatan pasukan keamanan internasional untuk memverifikasi implementasi kesepakatan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Meskipun peta jalan yang dikeluarkan pada 31 Juli menyerukan perlucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap Israel secara paralel, Mladenov mengatakan Israel tidak akan diminta untuk menarik diri sebelum langkah-langkah perlucutan senjata konkret diambil di lapangan. Ia juga mengklaim rencana tersebut tidak memerlukan penarikan Israel dari posisi saat ini di sepanjang Garis Kuning pada tahap ini.
Mladenov mengatakan penarikan akan dilakukan area demi area, dengan tentara Israel secara bertahap mundur seiring selesainya perlucutan senjata di setiap area, hingga akhirnya mencapai pagar di sekitar Jalur Gaza.
Proses tersebut akan dihentikan dan tidak akan maju ke tahap berikutnya jika komitmen yang disepakati tidak dipenuhi atau anggota Hamas terus berlatih atau mempersenjatai kembali.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic