London, MINA – Empat perwira senior Angkatan Darat Inggris yang telah pensiun menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Israel dan melarang keterlibatan dengan perusahaan pertahanan milik Israel atau yang didukung Israel.
Dilansir dari Al-Mayadeen pada Kamis (25/12), dalam surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, para perwira tersebut memperingatkan bahwa meskipun gencatan senjata di Gaza rapuh, “sekarang bukanlah waktu untuk kembali ke bisnis seperti biasa dengan pemerintah Israel.”
Mereka berpendapat bahwa sanksi yang ada terhadap Israel harus diperkuat dan diperluas.
Surat tersebut dengan tegas membantah klaim bahwa pasukan pendudukan Israel mengikuti prosedur yang sebanding dengan militer Inggris.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Para mantan perwira tersebut merekomendasikan agar tidak ada personel Pasukan Pendudukan Israel (IOF) yang berpartisipasi dalam kursus militer Inggris, dan agar kunjungan pejabat pertahanan Inggris ke Israel ditangguhkan.
Para penandatangan termasuk veteran Brigadir John Deverell, yang bertugas selama lebih dari 30 tahun di Angkatan Darat Inggris dan merupakan atase pertahanan di Arab Saudi dan Yaman selama serangan World Trade Center September 2001; Letnan Jenderal Sir Andrew Graham, mantan direktur jenderal Akademi Pertahanan Inggris; Mayor Jenderal purnawirawan Peter Currie; dan Mayor Jenderal Charlie Herbert, mantan komandan senior di Afghanistan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic