Viral Nasihat Penghulu Ajak Doakan Ibu, Menarik Perhatian Menteri Agama

Malang, MINA – Baru-baru ini ada seorang di media sosial dan sukses menarik perhatian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Melalui akun Twitter miliknya @YaqutCQoumas, Gus Menag membagikan potongan video seorang penghulu yang sedang memberikan pesan pernikahan untuk berbakti kepada kedua orang tua, khususnya ibu.

“Nasihat dari Bapak Penghulu ini sungguh indah dan penuh hikmat bagi kita semua. Sudahkah kita membuka, menengadahkan tangan kita kepada Sang Khalik untuk mendoakan ibu kita?” cuit Gus Menag yang mendapat respons cukup banyak dari warganet.

Dalam video yang sudah ditonton belasan ribu kali tersebut, penghulu memberi pesan menyentuh, hingga beberapa saksi pernikahan di lokasi menitikan air mata. Kedua mata mempelai pria pun tampak berkaca-kaca.

Penghulu asal Kota Malang

Penghulu pada video viral tersebut bernama . Penghulu pada Kantor Urusan Agama (KUA) Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur tersebut tidak menyangka potongan videoya berisi pernikahan bisa viral hingga menarik perhatian Menag Yaqut.

“Alhamdulillah saya benar-benar tidak menyangka video itu sampai dibagikan oleh Gus Menag. Padahal saya hanya menjalankan tugas dan diniatkan karena Allah SWT,” kata Anas membuka ceritanya, Senin (30/8).

Siapkan waktu 10 menit berikan pesan moral

Anas mengaku pesan pernikahan tersebut sering ia lakukan setiap selesai melayani akad pernikahan. Baginya, memberikan pesan pernikahan adalah salah satu ibadah untuk membentuk lingkungan keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

“Setiap selesai melayani akad nikah, saya selalu menyiapkan waktu 10 menit untuk memberi pesan-pesan moral kepada kedua kedua mempelai, saksi yang hadir baik dari keluarga maupun kalangan masyarakat, sehingga bisa bermanfaat bagi semua. Saya hanya berharap pesan itu bermanfaat bagi semua,” tutur pria yang tengah menyelesaikan Program Doktoral Pendidikan Islam Multikultural Universitas Islam Malang itu.

Jadi penghulu selama 12 tahun

Anas yang sudah melakoni profesi sebagai penghulu selama 12 tahun itu bercerita, dirinya tidak pernah terbesit untuk membanding-bandingkan pasangan pengantin dalam memberikan pesan pernikahan. Siapa pun, kata dia, berhak menerima pesan moral.

“Kita di KUA kan ada yang namanya bimwin atau bimbingan perkawinan. Itu untuk internal. Tapi di sisi lain kita juga melakukan siraman rohani yang bisa didengarkan dua pengantin, saksi, hingga masyarakat. Jadi kita tidak membeda-bedakan misalnya pengantin ini sudah paham, pasangan itu belum,” kata Anas.

Bertugas di 8 wilayah

Pria kelahiran 25 Mei 1970 itu mengaku pengalamannya bertugas di 8 kecamatan membuatnya menjadi pribadi yang mencoba terus belajar. Baginya, pengalaman tidak bisa dibeli dengan apa pun.

“Saya sudah bertugas di 8 kecamatan dan banyak pengalaman yang saya ambil. Dari 8 kecamatan tersebut, 7 di antaranya di Kabupaten Malang, dan yang sekarang di Kota Malang. Misi kita hanya satu, membuat layanan di Kementerian Agama menjadi yang terbaik. Itu harapan kita semua,” kata Anas.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Pak Menteri, Kakanwil Jatim, Kakankemenag Kota Malang, dan semua pihak atas bimbingan kepada saya. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Bimas Islam Pusat,” kata Anas. (L/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)