Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wabah Malnutrisi Akut pada Anak Gaza Ancaman Ribuan Jiwa

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 13 Mei 2026 - 21:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:59 WIB

24 Views

Ilustrasi: warga Palestina di Jalur Gaza yang menderita kelaparan dan malnutrisi. (Gambar: Anadolu)

Gaza, MINA – Pusat Hak Asasi Manusia Gaza (GCHR) menyatakan bahwa Jalur Gaza sedang mengalami wabah malnutrisi akut pada anak di bawah usia lima tahun, yang mengindikasikan kemunduran situasi kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat terus berlanjutnya pembatasan Israel atas masuknya bahan makanan pokok dan memburuknya layanan kesehatan.

Pusat tersebut menunjuk dalam pernyataannya, Rabu (13/5), lebih dari 71.000 anak di bawah lima tahun menghadapi risiko malnutrisi akut selama 2026, di saat aliran bantuan menurun sebesar 37 persen antara periode gencatan senjata pertama dan kedua.

GCHR memperingatkan bahwa lebih dari 13.000 anak menderita kondisi yang sangat berbahaya akibat malnutrisi akut, dan mereka membutuhkan perawatan intensif serta makanan terapeutik segera untuk menghindari kematian atau dampak kesehatan jangka panjang.

Pusat tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata tidak menyebabkan perubahan kualitatif pada situasi gizi di Jalur Gaza, karena apa yang masuk ke Jalur Gaza tidak melebihi 38 persen dari jumlah truk yang seharusnya masuk, sementara truk bahan bakar yang masuk tidak mencapai 15 persen.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

GCHR juga merujuk pada peringatan Organisasi Kesehatan Dunia bahwa lebih dari 100.000 anak, selain sekitar 37.000 ibu hamil dan menyusui, rentan terhadap malnutrisi akut.

Pusat tersebut menekankan bahwa meningkatnya angka malnutrisi pada anak bertepatan dengan kemunduran menyeluruh dalam layanan dasar di Gaza, termasuk terputusnya air minum bersih, hancurnya fasilitas sanitasi, dan kurangnya bahan bakar untuk mengoperasikan rumah sakit.

GCHR menuntut pencabutan segera pembatasan atas masuknya bahan makanan dan terapeutik yang diperlukan melalui semua penyeberangan, serta memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan administratif atau politik.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Rekomendasi untuk Anda