Jakarta, MINA – Aktivis kemanusiaan dan peserta Global Sumud Flotilla, Wanda Hamidah, mengatakan perjuangan rakyat Palestina telah memberinya pelajaran besar tentang makna pengorbanan, keberanian, dan kemanusiaan.
Hal itu disampaikannya dalam seminar “78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina dalam Perspektif Hukum Internasional Pasca Board of Peace” yang diselenggarakan Aqsa Working Group (AWG) di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (17/5).
Dalam paparannya, Wanda menyebut rakyat Palestina adalah bangsa yang menginspirasi karena sejak kecil anak-anak mereka dididik dengan semangat perjuangan dan pengorbanan demi mempertahankan tanah air serta kehormatan mereka.
Ia mengaku tragedi genosida di Gaza Strip telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Menurutnya, selama ini banyak orang terlalu sibuk mengejar urusan duniawi, sementara rakyat Palestina justru mengajarkan arti perjuangan, keteguhan iman, dan keberanian menghadapi penindasan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Wanda mengatakan penderitaan yang dialami warga Gaza membuka kesadarannya bahwa kehidupan tidak hanya diukur dari kenyamanan materi, tetapi juga dari keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menilai rakyat Palestina tetap menunjukkan keteguhan luar biasa meski hidup di bawah blokade, serangan militer, dan ancaman kehilangan keluarga maupun tempat tinggal.
Dalam kesempatan itu, Wanda juga mengkritik pihak-pihak yang masih takut menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan enggan berbicara mengenai penjajahan serta kedzaliman yang dilakukan Zionis Israel.
Menurutnya, sikap diam terhadap penindasan justru akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil yang menjadi korban perang dan agresi militer.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Ia menegaskan perjuangan Palestina bukan sekadar isu politik atau konflik kawasan Timur Tengah, tetapi persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi perhatian seluruh dunia.
Wanda juga mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan solidaritas melalui edukasi, media sosial, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan moral agar rakyat Palestina tidak merasa berjuang sendirian menghadapi penjajahan yang telah berlangsung puluhan tahun.
Seminar peringatan 78 tahun Nakba itu menghadirkan sejumlah diplomat, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk membahas masa depan Palestina dari perspektif hukum internasional.
Selain menyoroti tragedi pengusiran rakyat Palestina pada 1948, forum tersebut juga membahas situasi terkini di Gaza dan ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa Mosque yang masih menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina hingga saat ini. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic