Tirana, MINA – Ribuan warga Albania menggelar aksi protes menentang rencana pembangunan resort mewah di pesisir selatan negara itu yang dikaitkan dengan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner.
Para demonstran menilai proyek tersebut berpotensi mengancam kelestarian lingkungan dan mengabaikan kepentingan masyarakat lokal. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (6/6).
Aksi berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk di dekat kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan resort. Massa membawa spanduk dan meneriakkan slogan yang menolak alih fungsi kawasan pesisir yang selama ini dikenal memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi salah satu destinasi wisata alam penting di Albania.
Kelompok lingkungan hidup dan aktivis masyarakat sipil menyatakan kekhawatiran bahwa proyek berskala besar tersebut dapat merusak habitat alami, mengganggu keanekaragaman hayati, serta membatasi akses publik terhadap kawasan pantai.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Mereka juga meminta pemerintah lebih transparan dalam proses perizinan dan kajian dampak lingkungan yang berkaitan dengan proyek itu.
Proyek yang dikaitkan dengan perusahaan investasi milik Jared Kushner tersebut sebelumnya menarik perhatian internasional karena mencakup pembangunan fasilitas wisata eksklusif bernilai miliaran dolar.
Pemerintah Albania memandang investasi tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan sektor pariwisata dan menarik modal asing, namun kritik dari masyarakat terus menguat seiring berjalannya proses pengembangan.
Albania dalam beberapa tahun terakhir memang berupaya mempercepat pembangunan sektor pariwisata di sepanjang pesisir Laut Adriatik dan Laut Ionia.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Namun sejumlah proyek besar di kawasan tersebut kerap memicu perdebatan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan, terutama ketika pembangunan dilakukan di area yang memiliki status konservasi atau nilai sejarah tertentu.
Hingga kini pemerintah Albania tetap mempertahankan dukungannya terhadap proyek tersebut, sementara kelompok masyarakat sipil berjanji akan terus melakukan kampanye penolakan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic