Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WNI Relawan Global Sumud Mengaku Dipukul dan Disetrum Saat Ditahan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:33 WIB

38 Views ㅤ

Video yang beredar pasukan penjajah Israel membajak kapal Global Sumud Flotilla (foto: IG)

Istambul, MINA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla mengaku mengalami kekerasan fisik saat ditahan aparat Israel, termasuk dipukul dan disetrum selama proses interogasi.

Pengakuan tersebut disampaikan setelah para relawan berhasil dibebaskan dan menjalani proses pemulangan ke Indonesia.

Para relawan sebelumnya tergabung dalam armada bantuan internasional yang membawa logistik dan bantuan medis untuk warga Gaza.

Namun, kapal mereka dicegat aparat Israel di perairan internasional sebelum seluruh aktivis dibawa ke pusat penahanan di wilayah Israel. Selama penahanan, para relawan mengaku mengalami intimidasi dan perlakuan tidak manusiawi.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Selain pemukulan dan penyetruman, beberapa relawan juga disebut mengalami tekanan psikologis selama pemeriksaan berlangsung. Kesaksian tersebut memperkuat laporan sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional yang sebelumnya menuding adanya pelanggaran HAM dalam penanganan aktivis Global Sumud oleh aparat Israel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan pendampingan terhadap para WNI sejak proses penahanan hingga pembebasan. Diplomasi intensif juga dilakukan bersama sejumlah negara sahabat dan organisasi internasional untuk memastikan keselamatan para relawan Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Kasus ini memicu kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyebut tindakan Israel terhadap relawan sipil sebagai pelanggaran hukum internasional. Sejumlah negara lain juga mendesak Israel memberikan penjelasan terkait dugaan penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan internasional.

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan bagi warga Palestina. Insiden yang dialami para relawan kembali menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza serta meningkatnya tekanan dunia internasional terhadap Israel terkait perlakuan terhadap misi kemanusiaan sipil. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda