Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zionis Israel Tangkap Ulama Palestina Sheikh Raed Salah

Arina Islami Editor : Sri Astuti - Kamis, 19 Maret 2026 - 22:32 WIB

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:32 WIB

12 Views ㅤ

Pasukan Zionis Israel kembali menangkap ulama Palestina, Sheikh Raed Salah pada Januari 2025. (Foto: X)

Yerusalem, MINA – Pasukan Zionis Israel kembali menangkap ulama Palestina, Sheikh Raed Salah, di wilayah Yerusalem Timur yang dijajah, Kamis (19/3), dalam insiden terbaru yang mempertegang situasi di sekitar Masjid Al-Aqsa.

Penangkapan Sheikh Raed Salah oleh pasukan Zionis Israel terjadi saat ulama dan pemimpin tersebut berada di Yerusalem. Middle East Monitor melaporkan.

Hingga kini, otoritas Zionis Israel belum memberikan keterangan rinci terkait alasan penangkapan Sheikh Raed Salah tersebut.

Sheikh Raed Salah dikenal sebagai salah satu tokoh Palestina paling berpengaruh yang vokal membela Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Ia juga merupakan mantan pemimpin cabang utara Gerakan Islam yang telah dilarang oleh penjajah Israel sejak 2015.

Penangkapan Sheikh Raed Salah oleh pasukan Zionis Israel di Yerusalem Timur ini menambah daftar panjang penahanan terhadap tokoh Palestina.

Sebelumnya, Sheikh Raed Salah berulang kali ditangkap oleh pasukan Zionis Israel, termasuk pada 2020 ketika ia dijatuhi hukuman penjara selama 28 bulan atas tuduhan hasutan.

Selain itu, pada Januari 2025, pasukan Zionis Israel juga pernah menangkap Sheikh Raed Salah setelah menggerebek rumahnya di Umm al-Fahm, sebelum akhirnya dibebaskan usai menjalani interogasi. Mengutip The Palestinian Information Center.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Penangkapan Sheikh Raed Salah oleh pasukan Zionis Israel ini menuai kecaman dari berbagai pihak Palestina yang menilai tindakan tersebut sebagai upaya membungkam tokoh yang konsisten membela hak-hak rakyat Palestina dan menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa.

Situasi di Yerusalem Timur yang dijajah, khususnya di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, terus memanas seiring meningkatnya penangkapan dan pemblokiran total warga Palestina oleh pasukan Zionis Israel di bulan Ramadhan 1447.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda