Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

147.236 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra, Huntara dan Huntap Jadi Prioritas Pemerintah

Mujiburrahman Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 18 Desember 2025 - 19:29 WIB

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:29 WIB

39 Views ㅤ

Banjir bandang di Aceh mengakibatkan kerusakan ((Foto: x)

Jakarta, MINA – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyediakan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (18/12), total rumah yang terdampak bencana tersebut mencapai 147.236 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 44.051 rumah masuk kategori rusak berat, 29.809 rumah rusak sedang, dan 73.376 rumah mengalami rusak ringan.

Penyediaan huntara dan huntap menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara layak dan aman. Huntara disiapkan sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sementara huntap ditujukan sebagai pemulihan jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, tata ruang, dan ketahanan terhadap bencana.

BNPB menyatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip build back better and safer, agar hunian yang dibangun kembali memiliki kualitas lebih baik dan mampu mengurangi risiko bencana di masa depan. Dalam pelaksanaannya, BNPB berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, termasuk layanan kesehatan, air bersih, serta dukungan psikososial, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

BNPB mengimbau pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk terus memperbarui data kerusakan dan kebutuhan warga, sehingga penyaluran bantuan dan proses pemulihan dapat berjalan tepat sasaran. Di sisi lain, masyarakat diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Melalui percepatan penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana, pemerintah berharap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Rekomendasi untuk Anda