Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5,4 Juta Warga Terdampak Karhutla, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:23 WIB

11 Views ㅤ

Udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Foto: Fb

Palangka Raya, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia telah berdampak terhadap sekitar 5,4 juta orang di tujuh provinsi. Menghadapi ancaman kesehatan akibat asap, pemerintah memperkuat layanan kesehatan sekaligus menyiagakan fasilitas kesehatan di daerah terdampak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyalurkan sekitar 5,3 juta masker ke wilayah terdampak. Pemerintah masih memiliki stok sekitar 2,7 juta masker di tingkat provinsi yang dapat kembali didistribusikan apabila kebutuhan meningkat.

Selain distribusi masker, Kemenkes memantau sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat akibat paparan asap, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.

Data Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes per 27 Agustus mencatat 4.082 kasus ISPA di wilayah terdampak, sedangkan secara kumulatif mencapai 13.449 kasus.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah menyiagakan Public Safety Center (PSC), pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan serta dukungan logistik kesehatan.

Kemenkes juga mengirimkan konsentrator oksigen ke sejumlah lokasi yang membutuhkan dan terus memetakan kebutuhan masing-masing daerah agar bantuan dapat disalurkan secara tepat.

Dante mengimbau masyarakat di kawasan dengan kualitas udara buruk untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut penting mengingat kualitas udara di sejumlah daerah terdampak telah mencapai level mengkhawatirkan. Data per 27 Agustus, misalnya, menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) di Pontianak, Kalimantan Barat, mencapai 328 atau masuk kategori berbahaya.

Karhutla yang meningkat sejak Juni 2026 terjadi di tengah musim kemarau panjang. Tujuh provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Pemerintah terus mendorong pemadaman di titik-titik kebakaran sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat agar dampak asap tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih luas.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Indonesia
Satgas Karhutla Jambi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran Musim Kemarau
Info MINA
Info MINA
Hotspot Sumatra Capai 1.874 Titik, Sumsel Masih Tertinggi
Indonesia