Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kampanye Internasional Kembali Bergema, Tuntut Pembebasan Marwan Barghouti

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 2 Desember 2025 - 17:31 WIB

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:31 WIB

5 Views ㅤ

Tampak perubahan drastis pada tubuh Marwan Bharghouti dalam penjara Zionis Israel. [Foto: Palinfo]

Ramallah, MINA – Sejumlah aktivis dan advokat hak asasi manusia kembali meluncurkan kampanye internasional untuk menyerukan pembebasan tokoh politik Palestina, Marwan Barghouti (66), yang telah mendekam di penjara Zionis Israel selama 23 tahun.

Palestine Information Center menyebut pada Senin (1/12) bahwa Barghouti yang merupakan anggota Komite Sentral Fatah, ditangkap oleh pasukan penjajah Zionis Israel pada 2002 dan divonis lima hukuman seumur hidup oleh pengadilan Zionis Israel atas tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Meski berada di balik jeruji, Barghouti tetap menjadi salah satu figur politik paling berpengaruh dan populer di kalangan rakyat Palestina.

Menurut saudaranya, Moqbel Barghouti, kampanye terbaru ini diluncurkan melalui acara simultan di London, di kampung halaman Barghouti di Kobar, Tepi Barat, serta berbagai kota lain di dunia. Ia menyebut upaya ini sebagai kelanjutan dari advokasi panjang yang telah berlangsung sejak penangkapan Marwan.

Acara solidaritas menuntut pembebasan Barghouti digelar di sejumlah negara, termasuk Afrika Selatan, Prancis, Inggris, Italia, serta berbagai negara Arab. Peluncuran kembali kampanye secara resmi dimulai pada Sabtu lalu dari Inggris, dipimpin organisasi masyarakat sipil dan kelompok solidaritas pro-Palestina. Pada Ahad (1/12), berbagai demonstrasi, forum publik, dan instalasi seni diadakan untuk mendesak pembebasan Barghouti.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Di Prancis, gelombang mobilisasi baru juga terlihat. Barghouti sebelumnya memperoleh “kewarganegaraan kehormatan” dari lebih 50 kotamadya di negara itu. Banyak kota di Prancis terus menggelar aksi dan acara publik menuntut pembebasan tahanan Palestina, dengan Barghouti sebagai simbol utama perjuangan tersebut.

Saat ini lebih dari 10.000 tahanan Palestina berada di penjara Zionis Israel, termasuk anak-anak dan perempuan. Berbagai kelompok HAM Palestina dan Zionis Israel melaporkan kondisi penyiksaan berat, kelaparan, dan pengabaian medis yang menyebabkan puluhan tahanan meninggal sejak 2023.

Moqbel menambahkan bahwa sekelompok seniman Inggris mengunjungi Kobar pekan lalu, termasuk seorang seniman bernama Jamie yang melukis mural besar memenuhi satu lapangan sepak bola bergambar Barghouti dengan tulisan “FREE MARWAN”.

Ia menggambarkan kampanye tersebut sebagai “inisiatif hak asasi manusia, kemanusiaan, dan nasional,” yang didukung kelompok HAM, anggota parlemen, dan sejumlah peraih Nobel Perdamaian. Moqbel juga menekankan urgensi pembebasan tahanan Palestina, menyebut lebih dari 90 tahanan meninggal dalam tahanan Zionis Israel sejak Oktober 2023.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pada Februari lalu, Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerbu sel Barghouti dan mengancam akan membunuhnya, sebagaimana terlihat dalam rekaman yang dipublikasikan media Zionis Israel.

Gerakan pembebasan Barghouti yang awalnya merupakan kampanye akar rumput kini berkembang menjadi inisiatif internasional yang terus dihidupkan kembali. Pada 27 Oktober 2023, kampanye ini sempat diluncurkan ulang dari bekas sel anti-apartheid Nelson Mandela di Pulau Robben, Afrika Selatan.

Sementara itu, pada 23 Oktober lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan mendorong pembebasan Barghouti, meski hingga kini belum ada keputusan lanjutan.

Meskipun Zionis Israel sebelumnya membebaskan ribuan tahanan Palestina dalam berbagai perjanjian pertukaran, termasuk dalam masa gencatan senjata terakhir, tetapi rezim penjajah tetap menolak seruan untuk membebaskan Barghouti dan tahanan politik terkemuka lainnya.[]

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda