Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tenang, Rezekimu Tidak Akan Salah Alamat

Bahron Ansori Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 16 Desember 2025 - 21:35 WIB

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:35 WIB

22 Views ㅤ

Tak sedikit orang yang bekerja keras siang dan malam, namun tetap diliputi rasa takut akan kekurangan.(Foto: ig)

DI TENGAH hidup yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak hati yang gelisah oleh satu perkara: rezeki. Tak sedikit orang yang bekerja keras siang dan malam, namun tetap diliputi rasa takut akan kekurangan. Padahal, dalam Islam, kegelisahan itu sering kali bukan karena sempitnya rezeki, melainkan karena lemahnya keyakinan kepada Dzat Yang Maha Memberi.

Allah Ta’ala telah menegaskan sejak awal bahwa rezeki setiap makhluk sudah dijamin. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman, “Dan tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6). Ayat ini bukan sekadar penghibur, melainkan janji ilahi. Rezeki bukan hasil kebetulan, bukan pula murni hasil kecerdasan manusia, tetapi ketetapan Rabb yang Maha Mengetahui kebutuhan setiap hamba-Nya.

Sering kali manusia khawatir rezekinya “diambil” orang lain. Melihat teman lebih sukses, tetangga lebih mapan, atau rekan kerja lebih cepat naik derajat, hati pun goyah. Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan dengan tegas, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki; pagi hari ia keluar dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi). Burung tidak menyimpan kecemasan tentang esok, namun tetap bergerak dan berusaha. Begitulah hakikat tawakal.

Rezeki tidak selalu datang dalam bentuk harta. Terkadang ia hadir sebagai kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, atau iman yang kokoh. Allah SWT berfirman, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3). Ayat ini menegaskan bahwa kunci rezeki bukan semata strategi duniawi, melainkan ketakwaan yang hidup dalam keseharian.

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

Ada orang yang rezekinya diluaskan, ada pula yang disempitkan. Namun penyempitan bukan selalu tanda murka. Bisa jadi itu bentuk penjagaan. Allah SWT berfirman, “Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas di bumi.” (QS. Asy-Syura: 27). Kadang Allah tahu, jika harta diperbanyak, iman justru runtuh. Maka Dia memberi secukupnya, agar hamba tetap dekat dan rendah hati.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa rezeki tidak akan tertukar. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya ruhul qudus (Jibril) membisikkan ke dalam hatiku bahwa tidaklah satu jiwa akan mati sampai sempurna rezekinya dan ajalnya.” (HR. Abu Nu’aim). Apa yang sudah ditetapkan untukmu tidak akan diambil orang lain, dan apa yang bukan bagianmu tak akan pernah menetap di tanganmu, sekeras apa pun engkau mengejarnya.

Masalahnya, manusia sering tergesa-gesa. Ketika rezeki terasa lambat datang, sebagian memilih jalan haram. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Janganlah lambatnya rezeki mendorong kalian mencarinya dengan cara maksiat.” (HR. Al-Baihaqi). Rezeki yang baik bukan hanya soal jumlah, tetapi juga keberkahan.

Ketenangan hati lahir ketika seseorang yakin bahwa Allah tidak pernah salah memberi. Jika hari ini rezekimu sederhana, mungkin itu yang paling aman untuk imanmu. Jika usahamu belum berhasil, mungkin Allah sedang melatih sabarmu sebelum mengangkat derajatmu. Tidak ada satu pun air mata yang jatuh karena halal yang dicari, kecuali Allah catat sebagai ibadah.

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

Maka tenangkan hatimu. Fokuslah pada ikhtiar yang jujur, doa yang istiqamah, dan tawakal yang lurus. Jangan habiskan energi untuk iri dan cemas, karena rezekimu tidak akan nyasar. Ia tahu jalan pulang. Ia tahu kapan harus datang. Dan ia akan tiba tepat pada waktunya, sesuai dengan hikmah Allah yang tak pernah keliru.

Tenanglah. Selama engkau bersama Allah, rezekimu selalu berada di alamat yang benar.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

Rekomendasi untuk Anda

Hikmah
Hikmah
Tausiyah
Seminar Pra Nikah bertajuk “Nikah Bukan Sekadar Cinta: Siapkan Ilmu, Mental, Finansial & Fisik” di Ballroom Metropolitan Mall Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/10),
Indonesia
Tausiyah
Hikmah