Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaza Catat 969 Pelanggaran Israel Selama 80 Hari Gencatan Senjata

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Senin, 29 Desember 2025 - 12:49 WIB

Senin, 29 Desember 2025 - 12:49 WIB

14 Views ㅤ

Pasukan Israel (Foto: Megatron / X)

Gaza, MINA – Pasukan pendudukan Israel telah melakukan 969 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza sejak mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, menewaskan 418 warga Palestina dan melukai 1.141 lainnya, menurut angka yang dirilis pada Ahad (28/12) oleh Kantor Media Pemerintah (GMO).

Dalam pernyataan singkat, GMO menggambarkan kondisi di Gaza sebagai kasus “kematian perlahan,” dengan mengatakan pelanggaran selama 80 hari terakhir termasuk penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan militer ke daerah pemukiman, pengeboman rumah, penghancuran skala besar, dan penangkapan ilegal. Palinfo melaporkan.

Kantor tersebut mengatakan Israel terus menghindari kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata dan protokol kemanusiaan yang terlampir. Hanya 19.764 truk bantuan yang memasuki Gaza dari 48.000 truk yang dibutuhkan, sementara pengiriman bahan bakar hanya berjumlah 425 truk, bukan 4.000 truk seperti yang disepakati, sehingga rumah sakit, toko roti, dan fasilitas air hampir lumpuh.

GMO memperingatkan krisis tempat tinggal yang semakin memburuk karena Israel terus menutup perbatasan dan memblokir masuknya tenda dan rumah mobil. Badai baru-baru ini menyebabkan puluhan bangunan yang rusak runtuh, menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak yang membeku hingga meninggal di kamp-kamp pengungsian, dan menyebabkan lebih dari 1,5 juta pengungsi tanpa perlindungan minimum.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Kantor tersebut menyatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas memburuknya situasi kemanusiaan, dengan mengatakan pelanggaran yang terus berlanjut merupakan upaya berbahaya untuk melemahkan gencatan senjata dan menerapkan kebijakan kelaparan dan paksaan di tengah genosida yang sedang berlangsung.

GMO mendesak komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menekan Israel agar sepenuhnya menerapkan perjanjian tersebut dan mengizinkan aliran bantuan, bahan bakar, dan material tempat tinggal untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Rekomendasi untuk Anda