Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekolah Tertimbun Lumpur, Pelajar SMA Negeri 2 Meureudu Belajar di Tenda Darurat

Mujiburrahman Editor : Rudi Hendrik - Senin, 5 Januari 2026 - 16:43 WIB

Senin, 5 Januari 2026 - 16:43 WIB

12 Views ㅤ

Sekolah Tertimbun Lumpur, Pelajar SMA Negeri 2 Meureudu Belajar di Tenda Darurat (Doc : Instagram)

Pidie Jaya, MINA — Puluhan pelajar SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat akibat sekolah mereka hingga kini masih tertimbun lumpur setinggi sekitar dua meter pascabanjir bandang.

Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah mengalihkan seluruh aktivitas pendidikan ke lokasi sementara dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, M Diah, mengatakan gedung sekolah belum dapat difungsikan karena lumpur belum sepenuhnya dibersihkan. Oleh sebab itu, kegiatan belajar mengajar mulai kembali dilakukan di tenda darurat sejak Senin (5/1).

“Mulai hari ini anak-anak sudah bersekolah. Proses belajar mengajar berlangsung di tenda, termasuk aktivitas administrasi sekolah, semuanya dilakukan di tenda dengan kondisi seadanya,” ujar M Diah kepada media di Pidie Jaya.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa datang ke sekolah dengan pakaian sehari-hari. Hanya sebagian kecil yang masih mengenakan seragam putih abu-abu, sementara hampir seluruh siswa tidak membawa perlengkapan belajar. Buku, tas, dan alat tulis mereka diketahui hanyut atau rusak akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, para siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti upacara bendera di area tenda darurat. Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Pidie Jaya, Kompol Iswahyudi, sebagai bentuk dukungan moril bagi dunia pendidikan yang terdampak bencana.

SMA Negeri 2 Meureudu tercatat memiliki 271 peserta didik dan 55 tenaga pendidik. Hampir seluruh warga sekolah tersebut terdampak langsung banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu.

Hingga kini, pihak sekolah masih berharap adanya percepatan penanganan pascabencana agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal di gedung sekolah. []

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda