Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paus Leo XIV Kecam Kekuatan Militer dan Ambisi Perang

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 11 Januari 2026 - 02:38 WIB

Ahad, 11 Januari 2026 - 02:38 WIB

8 Views ㅤ

Paus Leo XIV. (Foto : X )

Vatikan, MINA – Paus Leo XIV mengecam tindakan kekuatan militer dan ambisi untuk berperang, di tengah meningkatnya ketegangan global di Venezuela, Ukraina, dan tempat lain.

Dalam pidato “keadaan dunia” pertamanya, Paus asal Amerika pertama itu menyampaikan seruan kuat untuk perdamaian dan dialog global, dengan mengatakan bahwa multilateralisme sedang terkikis, dan digantikan oleh “diplomasi yang berbasis pada kekuatan.”

Mengutip Politico, Sabtu (10/1), pernyataan Paus kelahiran Chicago tersebut disampaikan sepekan setelah AS mengintervensi Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam serangan militer.

Paus Leo mendesak kemajuan menuju “solusi politik damai” di Venezuela, “dengan tetap mengingat kebaikan bersama rakyat dan bukan pembelaan kepentingan partisan.”

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

“Prinsip yang ditetapkan setelah Perang Dunia Kedua, yang melarang negara-negara menggunakan kekerasan untuk melanggar perbatasan negara lain, telah sepenuhnya dirusak,” katanya, seraya menyesalkan “dampak buruk perang.”

Ini bukan pertama kalinya Paus tampaknya menegur Gedung Putih. Pada September 2025, ia menyatakan imigran menghadapi “perlakuan tidak manusiawi” di AS, sebuah pernyataan yang ditolak oleh pemerintah AS.

Dalam pidatonya, Leo juga mengatakan bahwa “semangat untuk berperang sedang menyebar,” merujuk pada krisis kemanusiaan di seluruh dunia, seperti perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, pertumpahan darah di Sudan, kekerasan di Tepi Barat.

Dalam konteks krisis global tersebut, Paus Leo menekankan nilai hukum kemanusiaan, yang menurutnya “harus selalu diutamakan daripada ambisi para pihak yang berperang.”

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Dia juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghidupkan kembali multilateralisme, menengahi konflik global, dan melindungi hak asasi manusia fundamental.

“Di dunia yang menghadapi tantangan kompleks seperti ketegangan geopolitik, ketidaksetaraan, dan krisis iklim, PBB harus memainkan peran kunci dalam mendorong dialog dan dukungan antarmanusia, membantu membangun masa depan yang lebih adil,” katanya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda