Jakarta, MINA — Jumlah pengungsi akibat bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera kembali mengalami peningkatan. Padahal, sebelumnya data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi pada pertengahan Januari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Sabtu (17/1), jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 166.579 jiwa.
“Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 166.579 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan data pada 14 Januari 2026 yang mencatat jumlah pengungsi sebanyak 131.521 jiwa. Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 35.058 jiwa dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
BNPB menilai peningkatan jumlah pengungsi ini dipicu oleh masih tingginya intensitas hujan di beberapa daerah serta meluasnya wilayah terdampak banjir, sehingga memaksa warga kembali mengungsi demi keselamatan.
Abdul Muhari menambahkan, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pendistribusian logistik, serta pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana lanjutan.
Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Sumatera. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic