Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ben-Gvir Perbanyak Izin Penggunaan Senjata untuk Pemukim Ilegal Israel

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 22 Januari 2026 - 22:46 WIB

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:46 WIB

6 Views ㅤ

(Ilustrasi) Pemukim ilegal Israel yang membawa senjata api sering menyerang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. (Foto: Palinfo)

Tel Aviv, MINA – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, pada Rabu (21/1) menyetujui penambahan 18 permukiman di Tepi Barat yang diduduki ke daftar komunitas yang berhak mendapatkan lisensi senjata pribadi, sebagai bagian dari kebijakan “reformasi senjata” yang sedang berlangsung.

Menurut pernyataan dari Kementerian Keamanan Nasional, keputusan tersebut berlaku untuk pemukiman di Shomron, Binyamin, Gush Etzion, dan Lembah Yordania, termasuk pemukiman Sanur. Demikian dikutip dari MEMO.

Langkah ini memungkinkan penduduk pemukiman tersebut untuk mengajukan lisensi senjata api pribadi, dan mengaktifkan kembali apa yang disebut “tim kesiapan” dan keamanan pribadi.

Kementerian mengatakan langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat “kemampuan pertahanan diri” para pemukim dan untuk memastikan respons cepat terhadap insiden hingga kedatangan pasukan tentara atau polisi.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Ben-Gvir mengatakan perluasan izin senjata api telah terbukti efektif, mengklaim warga sipil bersenjata telah membantu menggagalkan serangan dan mencegah infiltrasi.

Ia menambahkan bahwa para pemukim memiliki “hak moral” untuk membela diri dan keluarga mereka, dan mendesak penduduk yang memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan senjata api.

Angka resmi yang dirilis oleh kementerian menunjukkan lebih dari 240.000 pemukim telah memperoleh izin senjata api pribadi sejak peluncuran reformasi, dibandingkan dengan sekitar 8.000 izin yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut telah menuai kritik dari pengamat Palestina, Arab, dan internasional, yang memperingatkan bahwa terus berlanjutnya persenjataan para pemukim memicu kekerasan dan memperburuk ketegangan di Tepi Barat yang diduduki di tengah peningkatan perluasan pemukiman dan serangan pemukim. []

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Mi’raj News Agency (MINA) 

Rekomendasi untuk Anda