Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jama’ah Muslimin Serukan Penghentian Perang AS–Israel dengan Iran, Minta Trump dan Netanyahu Diadili

Redaksi Editor : Arif R - Kamis, 5 Maret 2026 - 20:13 WIB

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:13 WIB

66 Views ㅤ

Imaam Yakhsyallah Mansur

Bogor, MINA – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi perang yang pecah antara Amerika Serikat–Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026.

Dalam pernyataan yang dirilis di Bogor, Rabu (5/3), Imaam Jama’ah Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur, MA menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang menelan banyak korban jiwa dan memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam poin pertama pernyataan sikapnya, Jama’ah Muslimin menegaskan terpanggil untuk menyuarakan keselamatan umat manusia, khususnya umat Islam yang terdampak konflik di Iran dan kawasan Timur Tengah.

Sikap tersebut dilandasi semangat ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim dan kemanusiaan universal, bukan karena motif politik. Jama’ah Muslimin menegaskan bahwa ketika seorang Muslim tertindas, umat Islam di seluruh dunia memiliki kewajiban moral untuk membela dan menolongnya.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Perang dinilai membawa kerusakan multidimensi

Pada poin kedua, Jama’ah Muslimin menilai perang hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak. Selain menyebabkan hilangnya nyawa manusia, perang juga memicu kehancuran infrastruktur, menebarkan kebencian, serta menghilangkan kedamaian dunia.

Jama’ah Muslimin mengingatkan bahwa Al-Qur’an telah memperingatkan dampak kehancuran akibat perang, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-An’am ayat 34 tentang kehancuran negeri yang ditaklukkan oleh para penguasa.

Seruan menghentikan perang

Dalam poin ketiga, Jama’ah Muslimin menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain menghentikan perang. Mereka menyerukan keterlibatan seluruh warga dunia, termasuk kaum Muslimin, untuk berperan dalam menghentikan konflik tersebut.

Seruan itu merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Muslim tentang kewajiban mengubah kemungkaran dengan tangan, lisan, atau minimal dengan hati.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Kritik terhadap kepemimpinan global

Poin keempat pernyataan tersebut menyoroti kepemimpinan dunia yang dinilai jauh dari nilai-nilai ketuhanan sehingga memicu berbagai bentuk kerusakan di muka bumi. Jama’ah Muslimin menyebut kondisi ini sebagai pelajaran bagi umat Islam untuk berupaya mengambil peran dalam kepemimpinan global demi menyelamatkan manusia dan bumi dari kerusakan.

Desakan pengadilan bagi pemimpin perang

Pada poin kelima, Jama’ah Muslimin menyatakan bahwa kerusakan dan korban sipil di Iran menjadi bukti kuat untuk menyeret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang yang dianggap melanggar hukum internasional serta Piagam PBB tentang hak asasi manusia.

Seruan Kepada Presiden Prabowo

Selanjutnya, pada poin keenam, Jama’ah Muslimin menilai bahwa lembaga yang disebut sebagai Board of Peace (BOP) dipimpin oleh tokoh-tokoh yang dianggap sebagai “kriminal global”. Mereka menilai lembaga tersebut tidak layak dipertahankan karena dianggap membawa agenda imperialisme global.

Karena itu, Jama’ah Muslimin menyerukan kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, agar menarik Indonesia dari keanggotaan dalam lembaga tersebut.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Ajakan persatuan umat Islam

Pada poin ketujuh, Jama’ah Muslimin mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk memperkuat persatuan dan menghindari perpecahan antara Sunni dan Syiah. Mereka menilai bahwa konflik sektarian sering dipicu oleh kampanye disinformasi yang sengaja disebarkan untuk memecah belah umat Islam.

Konflik dikaitkan dengan Palestina

Dalam poin kedelapan, Jama’ah Muslimin menilai perang tersebut tidak dapat dipisahkan dari konflik berkepanjangan di Palestina. Mereka menyebut Iran selama ini mendukung perjuangan Palestina, sementara Israel disebut memanfaatkan situasi perang untuk meningkatkan tekanan terhadap warga Palestina, termasuk pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa.

Masjid suci tersebut, menurut pernyataan itu, dilaporkan kosong dari jamaah salat tarawih selama beberapa hari terakhir di bulan Ramadhan.

Mengingatkan pelajaran sejarah

Pada poin terakhir, Jama’ah Muslimin mengaitkan konflik modern dengan sejarah perebutan kekuasaan atas tanah suci di Yerusalem, yang dalam sejarah pernah memicu perang besar seperti Crusades.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Untuk itu, Jama’ah Muslimin mengajak umat Islam untuk mengambil pelajaran dari sejarah serta memperkuat persatuan dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah. []

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Artikel
Internasional
Asia