Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eropa Tolak Seruan AS untuk Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 17 Maret 2026 - 12:46 WIB

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:46 WIB

10 Views

Brussels, MINA – Negara-negara Eropa  menolak seruan dari Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa mereka tidak berniat terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat dengan Iran, demikian laporan Anadolu Agency, Selasa (17/3).

Setelah pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussel, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan, negara-negara anggota tidak memiliki keinginan untuk terlibat aktif dalam aksi militer terhadap Iran dan menekankan bahwa Eropa tidak memiliki kepentingan dalam perang tanpa akhir.

Kallas menyebut, UE fokus pada penguatan keamanan maritim tetapi menegaskan bahwa hanya sedikit minat di antara negara-negara anggota untuk memperluas misi saat ini seperti Operasi Aspides di Laut Merah atau memperluasnya ke Selat Hormuz.

“Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini,” katanya, seraya mencatat bahwa prioritas blok tersebut tetap menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya diplomatik.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menggemakan posisi ini dan menegaskan bahwa misi angkatan laut UE yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi anti-pembajakan tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

“Kami bersedia untuk memperkuat misi ini,” katanya, seraya menambahkan: “Tetapi saya tidak berpikir mereka dapat diperluas untuk mencakup Selat Hormuz.”

Jerman juga mengesampingkan pengiriman pasukan ke Teluk. Kanselir Friedrich Merz mengatakan bahwa Berlin tidak akan melakukannya dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar kawasan NATO akan memerlukan persetujuan hukum dan persetujuan parlemen.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

“Ini bukan perang kita; kita tidak memulainya. Kita menginginkan solusi diplomatik dan akhir yang cepat dari konflik ini,” katanya

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di kawasan tersebut dan menyatakan bahwa Inggris tidak akan ditarik ke dalam perang yang lebih luas serta menekankan bahwa setiap pengerahan harus memiliki mandat hukum.

Polandia dan Belgia juga menegaskan kembali fokus mereka pada diplomasi dan stabilitas regional, menolak seruan dari Washington untuk menyumbangkan aset angkatan laut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Internasional