Washington, MINA – Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza dilaporkan menghadapi krisis pendanaan serius setelah gagal menerima dana dari negara-negara donor yang sebelumnya menjanjikan kontribusi miliaran dolar AS.
Kondisi tersebut memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan program yang digadang-gadang menjadi pilar utama pembangunan kembali Gaza pascaperang. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (30/5).
Rekening resmi dana rekonstruksi yang dikelola melalui mekanisme Bank Dunia masih kosong meskipun negara-negara anggota BoP dan Amerika Serikat sebelumnya menjanjikan dana hingga sekitar 17 miliar dolar AS. Hingga kini, sebagian besar komitmen tersebut belum direalisasikan dalam bentuk transfer dana untuk proyek pembangunan di Gaza.
Menurut laporan tersebut, hanya sejumlah dana terbatas yang masuk melalui jalur alternatif untuk membiayai kebutuhan administratif dan operasional dewan. Situasi itu menyebabkan berbagai program rekonstruksi yang direncanakan belum dapat dijalankan, sementara kontrak pembangunan infrastruktur utama juga belum terealisasi.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Krisis pendanaan ini terjadi di tengah berbagai hambatan politik dan keamanan yang masih membayangi Gaza. Perselisihan mengenai mekanisme pemerintahan pascaperang, status kelompok Hamas, serta belum adanya kesepakatan menyeluruh terkait keamanan wilayah menjadi faktor yang membuat sejumlah negara donor menahan komitmen keuangan mereka.
Board of Peace sendiri dibentuk pada awal 2026 sebagai bagian dari inisiatif Amerika Serikat untuk mengelola proses transisi dan rekonstruksi Gaza setelah gencatan senjata.
Selain pembangunan infrastruktur, badan tersebut juga dirancang untuk mendukung pembentukan administrasi sipil baru serta penguatan stabilitas keamanan di wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang berkepanjangan.
Pengamat menilai mandeknya aliran dana donor dapat memperlambat pemulihan Gaza yang hingga kini masih menghadapi kerusakan besar pada sektor perumahan, kesehatan, pendidikan, dan layanan publik.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung, kegagalan merealisasikan janji bantuan internasional dikhawatirkan akan memperburuk kondisi jutaan warga Palestina yang menantikan dimulainya proses rekonstruksi secara nyata. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic