Jakarta, MINA – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan lebih cepat habis dalam beberapa hari terakhir setelah kenaikan harga Pertamax.
Kondisi tersebut dipicu oleh peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi guna menekan pengeluaran di tengah meningkatnya biaya transportasi.
Pantauan MINA di sejumlah SPBU di Cileungsi dan sekitarnya, Ahad (14/6), sejumlah pengendara mengaku beralih menggunakan Pertalite karena selisih harga dengan Pertamax kini semakin lebar.
Kenaikan harga Pertamax yang mencapai lebih dari 30 persen membuat banyak pengguna kendaraan pribadi mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan sehari-hari.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Sementara pantauan di beberapa daerah lain menunjukkan antrean kendaraan di SPBU yang menjual Pertalite cenderung meningkat.
Beberapa SPBU bahkan mengalami kehabisan stok lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa akibat lonjakan permintaan yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut mendorong operator SPBU melakukan koordinasi dengan pihak pemasok untuk menjaga kelancaran distribusi.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Penyesuaian tersebut dilakukan di tengah lonjakan harga energi global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan minyak dunia. Sementara itu, harga Pertalite sebagai BBM bersubsidi tetap dipertahankan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Pemerintah dan Pertamina diharapkan terus memantau perkembangan distribusi BBM di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Selain menjaga ketersediaan stok Pertalite, langkah pengawasan juga diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi sehingga distribusinya tetap tepat sasaran bagi kelompok yang berhak menerimanya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic