Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Bisa Ditahan hingga Akhir 2026

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 18 Maret 2026 - 02:51 WIB

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:51 WIB

50 Views ㅤ

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa (foto: Kementerian Keuangan RI)
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa (foto: Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, MINA – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih dapat dipertahankan hingga akhir tahun 2026 meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan akibat dinamika geopolitik global.

Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Purbaya menyatakan kapasitas fiskal negara masih cukup kuat untuk menahan harga BBM pada level saat ini. Ia menegaskan, hingga kini pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena anggaran masih mampu menyerap lonjakan biaya energi global.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai peredam guncangan (shock absorber) dari gejolak eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berupaya mencegah dampak langsung kenaikan harga energi terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Di tengah kondisi tersebut, harga minyak mentah global dilaporkan meningkat hingga mendekati atau menembus 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kenaikan ini berpotensi menekan biaya impor energi Indonesia, sehingga pemerintah terus memantau perkembangan pasar untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya.

Pemerintah juga menilai lonjakan harga minyak yang terlalu tinggi tidak akan bertahan lama karena berisiko memicu perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu, stabilisasi harga energi menjadi kepentingan bersama negara produsen maupun konsumen agar permintaan tetap terjaga dan tidak menimbulkan resesi global.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan berbagai skenario kebijakan, termasuk pengelolaan subsidi energi dan penyesuaian anggaran apabila tekanan harga berlangsung dalam jangka panjang.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan fiskal sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak energi dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia