AL-AQSA bukanlah sekadar bangunan batu yang berdiri di atas tanah suci Baitul Maqdis. Ia bukan hanya kumpulan tembok tua, kubah, dan halaman bersejarah yang menjadi saksi perjalanan zaman. Lebih dari itu, Al-Aqsa adalah lambang kehormatan umat Islam, tanda kemuliaan iman, dan warisan peradaban yang harus dijaga sepanjang masa.
Di tempat inilah jejak para nabi terukir. Di sinilah bumi yang diberkahi Allah. Di sinilah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan perjalanan agung Isra dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sebelum melanjutkan Mi’raj menghadap Allah.
Allah berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya…”
(QS. Al-Isra: 1).
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Aqsa bukan tempat biasa. Allah sendiri menyebutnya sebagai negeri yang diberkahi. Keberkahan itu mencakup keberkahan iman, sejarah, ilmu, dan perjuangan umat manusia dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran.
Al-Aqsa Adalah Amanah Iman
Menjaga Al-Aqsa bukan hanya persoalan tanah dan bangunan. Ia adalah bagian dari menjaga identitas dan kehormatan umat Islam. Sebagaimana seorang Muslim menjaga kehormatan rumahnya, keluarganya, dan agamanya, maka ia juga memiliki kepedulian terhadap tempat-tempat yang dimuliakan Allah.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ ﷺ، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Tidak boleh melakukan perjalanan khusus (untuk beribadah) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasulullah ﷺ, dan Masjidil Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan kedudukan istimewa Masjidil Aqsa dalam kehidupan umat Islam.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Al-Aqsa Adalah Saksi Peradaban
Selama berabad-abad, Baitul Maqdis menjadi pusat ilmu, dakwah, dan peradaban. Para nabi pernah menginjakkan kaki di bumi ini. Para ulama menulis karya-karya besar di wilayah ini. Para pejuang Islam menjaga kehormatannya dengan pengorbanan yang luar biasa.
Al-Aqsa mengajarkan kepada generasi muda bahwa sejarah tidak boleh dilupakan. Sebab umat yang kehilangan sejarahnya akan kehilangan arah masa depannya.
Karena itu, mengenalkan Al-Aqsa kepada anak-anak, pelajar dan generasi muda bukan sekadar mengenalkan sebuah tempat geografis, tetapi menanamkan nilai: cinta terhadap tempat suci Islam, kepedulian terhadap sesama manusia, keberanian menjaga kebenaran, dan semangat membangun peradaban.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Menjaga Al-Aqsa dengan Ilmu dan Akhlak
Perjuangan untuk Al-Aqsa tidak selalu berarti berada di garis depan medan peristiwa. Ada banyak jalan yang dapat ditempuh: melalui ilmu, pendidikan, tulisan, doa, diplomasi, dan kepedulian kemanusiaan.
Generasi Muslim harus memahami bahwa sebelum membebaskan sebuah tanah, terlebih dahulu harus membebaskan pikiran dari kebodohan. Sebelum membangun peradaban besar, harus dibangun manusia-manusia berilmu dan berakhlak.
Allah berfirman:
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Al-Aqsha Milik Amanah Generasi
Hari ini, generasi muda Muslim memiliki tanggung jawab besar. Mereka harus mengenal Al-Aqsa bukan hanya dari berita, tetapi melalui ilmu yang benar, sejarah yang kuat, dan kecintaan yang mendalam.
Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza
Sebab Al-Aqsa bukan sekadar masa lalu. Ia adalah amanah masa kini dan harapan masa depan.
Menjaga Al-Aqsa berarti menjaga amanah sejarah. Menjaga Al-Aqsa berarti menjaga cahaya iman. Menjaga Al-Aqsa berarti menjaga warisan peradaban Islam.
Semoga Allah senantiasa menjaga Masjidil Aqsa, melindungi para penjaganya, dan menumbuhkan generasi yang mencintai tempat-tempat suci-Nya dengan ilmu, hikmah, dan perjuangan yang penuh rahmat bagi semesta alam. []
(Penulis, Ali Farkhan Tsani,
Duta Al-Quds Internasional)
Baca Juga: Survei Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Kalah dari Oposisi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic