Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selat Hormuz dan Bab al-Mandab Lumpuh, Distribusi Minyak Global Terancam

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:23 WIB

45 Views ㅤ

Kapal melintas di Selat Hormuz (foto: dok MINA)

Sana’a, MINA – Memanasnya konflik di Timur Tengah mengancam dua jalur pelayaran energi paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab.

Gangguan di kedua titik strategis tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak global serta berpotensi mendorong lonjakan harga energi di pasar internasional. Anadolu melaporkan, Sabtu (25/7).

Selat Hormuz yang berada di antara Iran dan Oman selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.

Sementara itu, Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden merupakan pintu masuk menuju Terusan Suez, jalur penting bagi perdagangan minyak dan barang antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Ketegangan keamanan di kedua kawasan tersebut membuat banyak perusahaan pelayaran dan operator kapal tanker mempertimbangkan kembali rute pengiriman mereka.

Situasi semakin rumit setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Laut Merah yang menyebabkan ancaman terhadap kapal-kapal komersial.

Apabila Selat Hormuz dan Bab al-Mandab sama-sama tidak dapat dilalui secara normal, kapal tanker harus mengambil jalur alternatif yang lebih jauh melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Perubahan rute tersebut diperkirakan akan memperpanjang waktu pelayaran, meningkatkan biaya logistik, serta memperbesar ongkos pengiriman energi ke berbagai negara tujuan.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Gangguan terhadap dua chokepoint tersebut dapat memberikan tekanan besar terhadap pasar minyak dunia. Selat Hormuz sendiri dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global setiap harinya, sehingga setiap gangguan keamanan di kawasan itu hampir selalu berdampak pada volatilitas harga minyak mentah.

Kondisi serupa juga pernah terjadi ketika ketegangan di kawasan Teluk meningkat dan memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.

Selain memengaruhi sektor energi, gangguan terhadap jalur pelayaran strategis tersebut juga berpotensi menghambat perdagangan global.

Terusan Suez yang terhubung dengan Bab al-Mandab menjadi salah satu urat nadi perdagangan dunia, sehingga terganggunya akses menuju jalur tersebut dapat memperlambat distribusi berbagai komoditas, mulai dari bahan bakar hingga barang manufaktur, sekaligus meningkatkan biaya pengiriman internasional.

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Sejumlah negara importir minyak kini terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sembari menyiapkan langkah antisipasi apabila konflik semakin meluas.

Para pelaku pasar juga mencermati kemungkinan kenaikan premi asuransi kapal, terganggunya rantai pasok energi, hingga dampaknya terhadap inflasi global apabila dua jalur pelayaran paling strategis di dunia itu tetap berada dalam kondisi tidak aman untuk dilintasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional