Jakarta, MINA – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tidak hanya menjadi forum bagi ulama dan ormas Islam, tetapi juga ruang dialog strategis antara umat dan partai-partai politik.
Sejumlah pimpinan partai politik menyampaikan pandangan dan komitmennya terhadap persoalan keumatan, kebangsaan, dan pembangunan nasional.
Dalam sidang pleno yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7), para pemimpin partai dari berbagai spektrum politik menyuarakan pentingnya sinergi antara pemerintah, parlemen, dan umat Islam dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Partai-partai yang menyampaikan pandangannya antara lain: Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Nasdem.
Berikut beberapa pandangan dan komitmen mereka atas persoalan keumatan dan kebangsaan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
- Menghadirkan Harapan dan Keadilan
Para pemimpin partai sepakat bahwa politik harus menghadirkan harapan bagi rakyat, agama harus meneguhkan akhlak, dan negara harus mewujudkan keadilan.
Mereka menambahkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah sekaligus titipan amanah kebangsaan yang harus diwujudkan dalam kerja nyata menuju kejayaan peradaban.
Partai-partai juga menyoroti pentingnya hilirisasi untuk menambah nilai tambah bagi kekayaan alam Indonesia. Di tengah persaingan geopolitik global yang semakin ketat, Indonesia harus mandiri di bidang pangan, energi, dan ekonomi.
Kemandirian pangan, energi, dan ekonomi adalah harga mati. Tanpa itu, bangsa Indonesia akan terus menjadi objek, bukan subjek dalam percaturan global.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prasyarat utama bagi kemajuan dan kemandirian bangsa.
Senada dengan itu, ada petinggi partai politik yang menyebutkan visi ekonomi maju dan bermartabat yang berangkat dari nilai-nilai tauhid. Karenanya, ekonomi syariah harus diamalkan dengan prinsip keadilan. Ekonomi syariah bukan hanya soal keuangan, tetapi juga tentang keadilan dan kemaslahatan umat.
Lebih jauh lagi, partai politik mendukung penguatan ekonomi syariah dan industri halal sebagai pilar ekonomi umat, menuju Indonesia sebagai pusat keuangan dan ekonomi halal dunia.
- Menghadapi Persaingan Geopolitik Global
Para pemimpin partai menyoroti tiga tantangan besar yang dihadapi bangsa: persaingan geopolitik global, perang dagang global, dan disrupsi kecerdasan buatan (AI). Indonesia tidak boleh hanya mampu bertahan, tetapi harus mampu memimpin dan pemain utama dalam percaturan global.
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat, Indonesia harus memperkuat kemandiriannya di berbagai sektor agar tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan negara-negara besar.
Termasuk pentingnya membangun dengan amanah serta mengawal dukungan kemerdekaan Palestina melalui diplomasi intensif di OKI.
- Agama sebagai Sumber Etika Kebijakan
Para ulama berdiri di garis terdepan perjuangan kemerdekaan. Karena itu, agama dan negara tidak boleh dipertentangkan. Nasionalisme Indonesia tumbuh dari nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kemanusiaan.
Islam berkembang sebagai rahmat semesta alam. Nasionalisme dan keislaman tidak dipertentangkan di Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI.
Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka
Inilah pentingnya agama sebagai sumber etika kebijakan, dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Perbedaan harus dikelola dengan kedewasaan.
Partai juga berkomitmen membangun umat yang unggul dalam IPTEK, kemandirian ekonomi, ketahanan keluarga, dan persatuan umat dan bangsa.
- Menjaga Moral Bangsa
Para pemimpin partai sepakat bahwa kemuliaan akhlak adalah benteng untuk menangkal kerusakan moral. Karena itu, partai-partai mendukung pelarangan gerakan LGBTQ yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.
Agama harus menjadi sumber etika kebijakan yang meneguhkan kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.
Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Abu Vulkanik Bergerak ke Barat Laut
- Ulama dan Ormas Islam sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Petinggi parpol juga menyebutkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan umat Islam, terutama melalui ormas-ormas Islam dan para ulama.
Karena itu, perlungan dukungan dan pengawasan dari ormas Islam dan MUI, bukan sebagai koalisi atau oposisi pemerintah, tetapi sebagai mitra dalam pembangunan nasional dengan sistem gotong-royong.
- Pembelaan terhadap Palestina dan Umat Islam Tertindas
Para partai politik sepakat bahwa Indonesia harus kuat dalam memimpin diplomasi dunia, khususnya dalam pembelaan terhadap Palestina dan umat Islam yang tertindas di seluruh dunia.
Mereka juga berkomitmen mengawal dukungan kemerdekaan Palestina melalui diplomasi intensif di OKI. Palestina adalah isu moral umat Islam sedunia. Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Rp17.914 per Dolar AS
- Membangun Umat yang Unggul dalam IPTEK
Parpol menekankan pentingnya membangun umat yang unggul dalam IPTEK, kemandirian ekonomi, dan daya saing. Peningkatan kualitas SDM sebagai prasyarat utama bagi kemajuan bangsa.
Para pemimpin partai sepakat bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi kecerdasan buatan yang semakin masif.
- Persatuan Umat dan Bangsa sebagai Modal Utama
Seluruh pemimpin partai yang hadir sepakat bahwa persatuan umat dan bangsa adalah modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan. Di sinilah pentingnya menguatkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai modal sosial untuk membangun bangsa.
Karena itu, nasionalisme dan keislaman tidak untuk dipertentangkan di Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI. Perbedaan harus dikelola dengan kedewasaan dan semangat kebersamaan.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Buka Sayembara Hadiah Haji Plus soal Syaikh Albani
Penutup
KUII VIII tahun 2026 menjadi bukti bahwa partai-partai politik di Indonesia memiliki komitmen terhadap persoalan keumatan, di samping kebangsaanm.
Meskipun berasal dari latar belakang ideologis yang berbeda, mereka sepakat bahwa persatuan umat, penguatan ekonomi, peningkatan SDM, dan pembelaan terhadap Palestina adalah agenda bersama.
Dengan sinergi antara pemerintah, parlemen, ormas Islam, partai politik dan seluruh elemen umat, Indonesia akan mampu menghadapi tantangan global dan menjadi pemimpin peradaban Islam dunia. []
Baca Juga: Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Selenggarakan Shalat Istisqa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia
















Mina Indonesia
Mina Arabic