Banda Aceh, MINA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peradaban Islam modern.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberikan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (11/8).
Nasaruddin mengatakan UIN memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan perguruan tinggi umum. Selain menjalankan fungsi akademik, UIN juga memiliki peran sebagai institusi dakwah.
“UIN itu tidak murni sebagai lembaga akademik, tapi berbeban ganda menjadi institusi dakwah,” kata Nasaruddin.
Baca Juga: Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI
Menurutnya, lulusan UIN tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Nasaruddin juga menyoroti posisi Aceh dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Menurutnya, Aceh memiliki modal historis dan geografis yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peradaban Islam di masa depan.
“Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat yang paling strategis adalah di Aceh,” kata Nasaruddin.
Ia juga mengajak sivitas akademika meneladani tokoh-tokoh Aceh yang dinilai memiliki keteguhan dalam keilmuan, pemikiran, dan prinsip.
Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban
Nasaruddin berharap nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari karakter akademik UIN Ar-Raniry dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Mujiburrahman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama.
“Kehadiran Bapak Menteri Agama selalu berkesan bagi kami, mulai dari meresmikan transformasi IAIN menjadi UIN pada tahun 2014, hingga memberikan bantuan langsung bagi mahasiswa terdampak banjir akhir tahun lalu,” kata Mujiburrahman.
Mujiburrahman juga menyampaikan terima kasih atas amanah memimpin UIN Ar-Raniry untuk periode 2026–2030.
Baca Juga: Menavigasi Era Digital: Menjaga Fitrah Anak Melalui Cahaya Wahyu
Ia menegaskan kesiapan UIN Ar-Raniry menyelaraskan tata kelola kampus dengan program pemerintah.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menag menerima plakat Tugu Iqro dari Rektor UIN Ar-Raniry sebagai simbol pengabdian terhadap ilmu dan spiritualitas di lingkungan kampus. [ ]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Sasar 700 MIS dan MTsS
















Mina Indonesia
Mina Arabic