Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dubes Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Perluas Konflik

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:10 WIB

13 Views ㅤ

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menegaskan, Pakta Pertahanan Makkah yang dibentuk Pakistan, Arab Saudi, dan Turki bukan ditujukan untuk memperluas konflik di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan acara peringatan kemerdekaan Pakistan ke-79 di Jakarta, Jumat (14/8) di tengah kekhawatiran bahwa kerja sama pertahanan baru itu dapat meningkatkan ketegangan regional.

Menurut Zahid, tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memperkuat kemampuan pertahanan bersama dan meningkatkan daya tangkal terhadap ancaman. Karena itu, pakta tersebut tidak semestinya dipahami sebagai pembentukan aliansi yang ditujukan untuk menyerang negara tertentu.

Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada 7 Agustus 2026. Salah satu ketentuan utamanya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota, prinsip yang menyerupai mekanisme pertahanan kolektif NATO.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Kesepakatan itu juga mencakup rencana pembentukan mekanisme koordinasi politik dan militer tingkat tinggi serta peningkatan latihan bersama. Kerja sama pertahanan meliputi matra darat, laut dan udara, pertahanan udara, sistem nirawak, perang elektronik, hingga kecerdasan buatan.

Turki menyatakan pakta tersebut tidak dimaksudkan menggantikan aliansi yang sudah ada dan terbuka untuk diperluas. Mesir bahkan disebut sebagai salah satu negara yang berpotensi bergabung.

Perkembangan ini menunjukkan munculnya upaya negara-negara kawasan membangun kemampuan pertahanan yang lebih terkoordinasi di tengah ketidakpastian keamanan regional.

Pakta tersebut muncul ketika situasi keamanan Timur Tengah dan sekitarnya masih bergejolak. Karena itu, meskipun para anggotanya menekankan aspek pertahanan dan pencegahan, pembentukan mekanisme pertahanan kolektif baru tetap menjadi perhatian sejumlah negara karena berpotensi mengubah keseimbangan strategis kawasan. []

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
Internasional