Jakarta, MINA – Presidium Aqsa Working Group (AWG) Rifa Berliana Arifin menekankan pentingnya kepemimpinan umat yang solid dan terkoordinasi sebagai langkah menghadapi agenda Zionisme.
Hal itu ia sampaikan dalam Talk Show Syubban dan Fatayat Jamaah Muslimin (Hizbullah) bertema “Pembebas vs Penjajah: Meneladani Kepemimpinan Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi dalam Menghadapi Zionis” di Jakarta, Ahad (27/9).
Rifa mengatakan, menghadapi Zionisme tidak cukup hanya dengan membicarakan atau memahami persoalan, tetapi perlu dilanjutkan dengan gerakan yang memiliki arah dan kepemimpinan yang jelas.
“Melakukan pembicaraan terkait Zionisme bagus, tapi ini bukan titik akhir. Selanjutnya harus ada gerakan dengan kepemimpinan yang solid dan terarah,” ujar Rifa
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Menurutnya, Zionisme saat ini sulit dikalahkan karena telah memiliki strategi dan peta jalan yang berkembang melalui ideologi, gerakan, bahkan sebelum terbentuknya negara Israel.
Karena itu, menurut Rifa, umat Islam membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun persatuan dan koordinasi untuk menghadapi pengaruh tersebut.
Ia juga menilai bahwa kepentingan nasional masing-masing negara yang merupakan salah satu agenda besar Zionisme kini membuat perhatian terhadap kepentingan umat Islam menjadi terbatas.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi melalui persatuan dan kepemimpinan yang lebih terkoordinasi. []
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic