Florida, MINA – Misi Bulan Berawak pertama NASA setelah lebih dari 50 tahun, yang akan membawa astronot lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dicapai manusia sebelumnya, diluncurkan pada Rabu (1/4) malam dari Cape Canaveral di Florida.
Dilansir dari The National, Roket Artemis II setinggi 98 meter, lebih tinggi dari Patung Liberty, mencapai kecepatan lebih dari 28.000 km/jam saat meluncur ke luar angkasa, meninggalkan jejak api dan asap saat melangit, dan akhirnya melepaskan pendorong samping yang telah habis yang memberikan daya dorong tambahan.
Awak Artemis II yang terdiri dari astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen, siap untuk ekspedisi hampir 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali, membawa mereka lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dicapai manusia.
Setelah hampir tiga tahun pelatihan, kru ini adalah yang pertama terbang dalam program Artemis NASA, serangkaian misi bernilai miliaran dolar yang dirancang pada tahun 2017 untuk membangun kehadiran jangka panjang AS di Bulan selama dekade berikutnya dan seterusnya.
Baca Juga: Tiket Konser Free Palestina Macklemore Ludes Terjual, Dukungan Kepada Palestina Meningkat
Penerbangan lintas bulan ini akan mengirimkan kru sekitar 405.500 km ke luar angkasa sebelum kembali ke Bumi. Rekor penerbangan luar angkasa terjauh adalah sekitar 400.000 km, yang dipegang oleh anggota misi bulan Apollo 13 pada tahun 1970, yang mengalami masalah teknis.
Saat melewati sisi jauh Bulan, modul Orion akan kehilangan komunikasi dengan Bumi hingga 50 menit.
Meskipun para astronot tidak akan mendarat di Bulan, misi Artemis II membuka jalan bagi pendaratan di Bulan di masa depan dan juga meletakkan dasar untuk mengirim awak ke Mars.
Momen bersejarah
Baca Juga: Senat AS Gagalkan Resolusi Penyelidikan Kematian 9 Warga AS di Tepi Barat
Terakhir kali NASA mengirim astronot ke Bulan adalah sebagai bagian dari misi Apollo 17 pada tahun 1972. NASA berupaya mengembalikan awak ke permukaan Bulan pada tahun 2028 mendatang, sebelum China menargetkan pencapaian tersebut sekitar tahun 2030.
Astronot UEA Dr. Sultan Al Neyadi, yang menjadi orang Arab pertama yang melakukan perjalanan luar angkasa ketika ia menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2023, menggambarkan peluncuran tersebut sebagai “momen bersejarah”.
“Saya mendoakan kesuksesan bagi rekan-rekan Artemis II kita saat mereka melakukan misi lintas terbang yang menandai langkah kunci menuju kembalinya astronot ke Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada tahun 1972,” tulisnya di X.
“Misi 10 hari ini meletakkan dasar bagi eksplorasi bulan selama bertahun-tahun mendatang,” tambah Dr. Al Neyadi, yang menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Pemuda UEA.
Baca Juga: Guterres Peringatkan Mandat UNRWA Terancam, Jutaan Pengungsi Palestina dalam Bahaya
Pusat Antariksa Mohammed bin Rashid juga mendoakan kesuksesan misi tersebut dalam sebuah unggahan di X. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ulama Indonesia Imam Shamsi Ali Terlibat Dialog Panas dengan Pendukung Papua Merdeka di New York
















Mina Indonesia
Mina Arabic