Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Perketatat Perjalanan Stafnya ke Taif dan Yanbu

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 21 September 2026 - 06:07 WIB

Senin, 21 September 2026 - 06:07 WIB

13 Views ㅤ

Kedutaan besar AS di Riyadh Arab Saudi (foto: Fpik)

Riyadh, MINA – Amerika Serikat mulai Ahad (20/9) memperketat pembatasan perjalanan bagi pegawai pemerintahnya di Arab Saudi menyusul meningkatnya ancaman keamanan di sejumlah wilayah kerajaan. Mereka kini wajib memperoleh izin khusus untuk melakukan perjalanan resmi maupun pribadi ke kota Taif dan Yanbu.

Pemerintah AS juga meminta warganya di Saudi meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi, menghindari demonstrasi dan kerumunan, serta mengikuti instruksi otoritas setempat. Arabnews melaporkan.

Peringatan itu muncul setelah kelompok Houthi di Yaman meningkatkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah Saudi. Pasukan pertahanan Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh, sementara upaya serangan juga dilaporkan menyasar Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.

Sebelumnya, Otoritas Pertahanan Sipil Saudi juga mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah, termasuk Taif dan Yanbu. Pada 15 September, otoritas tersebut menyatakan kondisi bahaya telah mereda di enam kota, termasuk kedua wilayah itu, setelah sebelumnya menerima peringatan terkait serangan Houthi.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Yanbu memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu pelabuhan minyak utama Saudi di pesisir Laut Merah. Sementara itu, Taif berada di Provinsi Makkah dan termasuk wilayah yang beberapa kali masuk dalam peringatan keamanan akibat ancaman serangan rudal dan drone.

Pemerintah Inggris juga mencatat adanya peningkatan serangan Houthi terhadap sejumlah kota dan infrastruktur energi Saudi sepanjang 2026.

Di tingkat kebijakan perjalanan, Departemen Luar Negeri AS saat ini menempatkan Arab Saudi pada Level 3 atau “Reconsider Travel”, dengan alasan antara lain risiko serangan drone dan rudal Iran terhadap kepentingan AS, konflik bersenjata dan terorisme. AS juga menetapkan larangan perjalanan ke wilayah perbatasan Saudi-Yaman.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Timur Tengah
Kolom